Feed on
Posts
comments
Udah lama ga ngajar ABG OZ tentang budaya Indonesia e.g. wayang, batik dan angklung setelah beberapa bulan absen karena keasyikan dengan para cindils AKA kinder student. Mungkin kalau temenku ga minta menggantikan karena dia terdesak harus balik ke Indo, aku ga ketemu para ABG ini. Yah…aku kan udah milih bakal nerusin dulu jadi guru para unyils sampai sekolahku selesai.

Kemaren aku kebagian jatah ngajar tentang batik, wayang dan angklung sementara teman yang satu lagi ngajar tentang Indonesian traditional games dan becak (what’s a fun games!).

Yup sejak pagi sekitar jam 9 an aku dan teman udah siap-2 alat-2 apa aja yang dibutuhkan, seperti display batik, nyiapin wax (malam), pewarna, pensil, kain putih, contoh-2 kain batik dan aplikasinya, serta ruangan audisi mungil untuk pentas wayang (kulit) dan angklung. Alat-2 games yah bagian si temenku.

Wah rupanya mereka on time, jam 10 kurang udah sampe di CERES education n environment park @ Brunswick (silakan deh untuk google, nanti biar pada ke sini ya)…btw….cafe-nya terkenal enakkkk loh (terutama pie-nya dan cup cake dan omeletnya semuanya deh hi hi numpang promosi ah) dan harga terjangkau…juga bisa belanja produk organik (sayuran, buah, telor ayam, madu) di sini karena ada kebun dan taman yang dikelola para enginer termasuk taman teknologi (elektrik) untuk anak-2, jadi bisa beli aneka bibit tanaman juga.

Ok, balik ke para unyilsss…wadaw…bukan main riuh rendahnya tuh para unyilsss…40 biji eh anak jadi satu dengan usia berbeda antara 6-13 tahun. Rupanya mereka peserta program school holiday selama 2 pekan (maklum di OZ banyak program kayak gini selama libur sekolah kemarin yang berakhir Jumat ini).

Dari jauh aku lihat sama si temen yang kebetulan cowok (orang Aceh) dia udah nyeletuk duluan, “Aduh kak kayaknya muridnya bandel-2 nih, siap kan dijailin.” wah siapa takut, mereka kan masih kecil hi hi hi

Akhirnya kami menyambut mereka dan berkenalan dengan para guru. Setelah itu murid dibagi 2 kelompok untuk mengikuti kegiatan yang kami arahkan. Ada saja ulah para murid ketika guru menjelaskan, sorry mom, I need to go to toilet. Ketika guru mencoba menunda, si murid ganti menjawab, no….it’s emergency….hi hi hi…jadi deh beberapa murid ikut-2 an…mungkin emang dingin yaaa.

Di tempat batik, aku mulai menjelaskan pendahuluan tentang apa itu batik, sejarahnya dan budayanya…waduh ada aja yg nyeletuk…seperti ketika kutanya, does anyone know about batik…I don’t know…u suppose explain to me! Ye ini juga nanya cuman basa basi ntong untuk pemancing aja:) Rupanya anak yang sering nyeletuk itu mungkin agak autis, soale di lain kesempatan dia sempet bilang gini ke aku…Hi…I love u (sambil mau meluk) aduh kacian cakep-2 ….aku sih cuman berusaha tetep menjadi pengajar yang baik…dan beberapa kali mengajar pasti menemukan anak-2 seperti ini (biasanya gurunya setelah itu memberi info tentang murid yang agak gimana gitchuuu).

Sudah pasti banyak juga yang baik, sopan, dan sok tahu. Biasanya sih anak cewek tuh yang rada sok teu:) Tiap kutanya dan please hand up…anak cewek yang sigap…kemaren sih ada beberapa anak cewek yg disekolah diajarin bahasa Indo, makannya mereka antusias banget rebutan menjawab dan dengan gaya anak-2 bule yang ceplas ceplos…me me me please ….I know the answer better than she/he…walau kadang jawabnya sedikit asal/ngawur…Batik itu kain yang dipainting kata murid cowok yang chubby dan usil ha ha ha…

Ada juga murid yang rese (lagi-2 cewek)…seperti saingan dengan temennya. Hi please sit down and quiet….she (Nuni) said that…but she’s not our teacher….ya but she explain to us…ye ye ye ye ye…dan aku pun diam sampe mereka sadar (1 jam untuk memandu bikin batik bener-2 waktu yg singkat untukku)…udah pasti ada selingan acara ada aja anak yang tangannya kena wax yang panas dan pewarna yang sulit hilang di baju. Lagi-2 acara rebutan kuas selalu terjadi padahal kita udah nyiapin beberapa warna beda spt merah, kuning, hijau, biru, coklat dan hitam dan kuas yang cukup. Tetep aja namannya anak-2 suka rebutan pengen warna tertentu…harus berani dan tegas kalo udah gini. Walau sebenernya anak-2 itu baik, krn beberapa dari mereka mempersembahkan karya batik kilatnya seukuran sapu tangan untuk ibu, nenek dan ayah mereka (so sweet)…

Di ruangan wayang kulit, lebih heboh lagi…ketika aku selesai menjelaskan tentang wayang kulit dan sedikit berdemonstrasi lagi-2 mereka rebutan pengen jadi dalang. Emang antusias mereka besar. Dan imajinasinya lumayan juga…Biasanya mereka mengambil setting tentang princess (perempuan) dan jagoan (superman, spiderman) untuk laki-2…emang anak bule ga ada malunya kalau soal performance:) malah kadang malu-2in kali hi hi hi

Ya udah akhirnya aku beri kesempatan mereka main 2-3 menit tiap kelompok (3 orang) untuk merasakan jadi dalang cilik. Anak yang tadinya malu-2 pun akhirnya ikutan mau jadi dalang karena temen-2nya yang heboh tsb. Kalau soal main angklung sama aja, bukan main ramenya…pertama-2 mereka ga tahu cara membunyikannya….setelah tahu lumayan juga….bisa main lagu topi saya bundar, 1,2,3 aku sayang ibu dan lagu kebangsaan mereka.

Yah…emang capek (harus sering tereak) saabr dengan ulah mereka dan rajin keep an eye/mengawasi….tapi lega dan seneng bisa memberi pengetahuan budaya Indonesia kepada anak-2 tsb yang sebagian besar belom pernah ke Indonesia. Apalagi waktu mereka bilang spt ini, “Thanks Nuni for having us with you!” Juga saat mereka main becak, congklak, sepak takraw, enggrang dll…lebih konyol lagi. Ah…sepertinya anak-2 itu emang harus digiring ke Indonesia mengenal lebih dekat teman-2 sebayanya di tanah air.

Tak kenal maka tak sayang…begitulah…sedari kecil memang harus ada saling menghargai…dan semoga program-2 seperti ini bisa membuka wawasan seseorang untuk menghormati budaya bangsa lain. Sayang….aku belom bisa permanent ngajar di sini, karena udah terikat kontrak dengan sekolah kindi…walau sebenernya mau bgt sih…yah pilihan sulit untukku…tapi aku tetep support kok walau si boss agak ‘berat’ plus menyesalkan keputusanku itu….

Note: dedicated utk para FB-er especially my best friend mommy Dhanie yg request note ini:))) udah lama juga ya ga nengok rumah yang ini…sejak sibuk back to school lagi April lalu…

Thanks all untuk jerih payahanya selalu mampir di sini!

Melben, Juli 09

Suatu hari di bulan Oktober 08, saya mendapat SMS dari temen jaman SMP di Jakarta, yang sekarang sudah jadi sineas kondang, siapa gerangan? Yup, dia tak lain sang sutradara berbakat Rudi Sujarwo. Rudi bilang mau merampungkan syuting film terbarunya Kambing Jantan di Adelaide dan Melbourne. Jadi, siapa tahu –karena ga bersua hampir 5 tahun –selain bisa bertemu untuk ngobrol-2 juga diskusi soal film, karier dan tentunya kehidupan pribadi Rudi yang kini telah menjadi ayah 2 orang anak yang nanti akan saya tuliskan detailnya di majalah Ozip ini.

Namun sayang beribu sayang, jadwal Rudi sangat padat selama 2 pekan di Australia. Syuting yang berpindah-pindah tempat dan acara yang banyak membuat kami sulit membikin janji. Akhirnya kami hanya bisa bertemu di udara (ponsel) dan tentu saja saya batal mewujudkan tulisan special tentang dia untuk Ozip tercinta.

Untungnya karena kebetulan tema Ozip bulan April ini tentang film, maka saya pun akan sedikit menuliskan tentang film terbaru garapan Rudi yang makin membuktikan bahwa cerita sehari-hari yang termuat di diary, buku dan blog –yang sekarang lagi zamannya –bisa menjadi sumber yang apik untuk diangkat ke layar lebar. Simak saja, Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi dan yang baru saja dirilis Kambing Jantan tersebut.

Fenomena yang bisa ditarik adalah, karya seni sastra masih menjadi sumber ide yang tak pernah surut untuk digali para sineas dalam menciptakan film yang bervariasi. Kalau dulu film-film cenderung terlihat datar dalam cerita, plot dan garapan secara keseluruhan, maka belakangan kita disuguhkan karya-2 sutradara muda yang lebih berbobot dari sudut cerita dan plot yang kuat. Meski diakui, karya-2 seperti ini memang banyak bersumber dari buku-2 laris kelas dunia.

Di Indonesia sendiri, sutradara muda yang mulai berkembang di jalurnya makin memperlihatkan siapa mereka. Dari Hanung Bramantyo, Dimas Jayadiningrat sampai Rudi, semuanya memiliki kemampuan dan ciri khas yang berbeda. Inilah salah satu asset insan film yang bisa dibanggakan saat ini setelah sekian lama sempat terombang-ambing dalam tahun-2 pancaroba. Mungkin generasi Usmar Ismail akan sedih kalau mengetahui masa pancaroba dunia film di Tanah Air. Untunglah semua itu segera berakhir, ketika Mira Lesmana dan Riri Riza menggebrak dunia film di Indonesia dengan karya-karya yang memukau dan fresh dalam ide.

Sejak itu kekuatan film Indonesia yang digerakkan insan muda mulai merambah ke kampus-2 dan kalangan yang lebih luas. Tak heran bila organisasi film independent begitu berkibar sejak awal tahun 2000 an di kota-kota besar di Tanah Air seperti Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Medan, Makasar dsb-nya. Mengikuti kebangkitan film di Tanah Air adalah adanya JIFFEST (Jakarta International Film Festival).

Kaum intelektual muda penggagas acara ini sadar, film nasional engga akan bangkit tanpa dukungan pecinta film sejati dan tentunya workshop-workshop yang bikin para sineas dan penggemar film makin cerdas dan ber-nas ketika mencipta. Acara ini lumayan bersambut ketika berduyun-duyun orang datang untuk menyaksikan film-2 mancanegara yang berbeda kultur dan latar belakang plus cerita yang bervariasi.

Penonton puas dengan tontonan alternative berbobot dan murah tersebut (setidaknya untuk eksekutif muda Jakarta). Sementara kalangan pers ikut senang menyaksikan sesuatu yang ‘beda’. Kita belajar dari pengalaman orang/bangsa lain yang begitu kaya akan cerita. Dari sinilah kita makin sadar acara-2 festival memang terbukti berguna untuk meningkatkan kualitas perkembangan seni (apapun itu). Karena input dan diskusi yang terbangun pun menjadi lebih luas dan dalam.

Dari sini pula para sineas belajar dari rekannya untuk mengasah skill yang mereka punya plus mengetahui respon dari audience-nya. Film-2 yang tersaji pun makin bervariasi dan ‘dekat’ dengan penonton setianya tersebut. Sementara penonton pun makin kritis dengan unsur kualitas tontonan yang mereka lihat karena mereka pun makin pintar saja. Kita pun tahu, seiring maraknya dunia maya yang menawarkan program-2 menarik, ternyata berbuah manis pula untuk dunia seni film.

Sinergi antara cerita yang terbangun dalam blog –oleh penulis biasa pun –jika diolah menarik bisa menjadi karya luar biasa. Meski umumnya, cerita yang tersaji di blog itu sudah menjadi ‘trendsetter’. Dalam hal ini tentu saja sang sutradara dan produser engga mau gambling mengangkat cerita yang terlalu dangkal atau kurang peminatnya. Maka sisi komersial pun memang patut dipertimbangkan.

Sekarang mari kita kupas film Kambing Jantan karya Rudi tersebut. Terus terang waktu dengar soal ini (film Kambing Jantan) saya engga berpikir itu diangkat dari cerita nyata (buku karangan Raditya). Apalagi ketika mengetahui dari Rudi bahwa sang penulis pun akhirnya juga terpilih untuk memerankan dirinya sendiri. Maklum karena saya tinggal di sini, kurang mengikuti kalau buku tersebut juga salah satu best seller. Engga heran, waktu preview di Jakarta akhir Februari kemarin seorang teman menceritakan kepada saya bahwa fans Raditya ikut berdatangan.

Buku bacaan yang laris manis itu sendiri memuat cerita keseharian Raditya yang ditulis di blog-nya. Jadi cerita sehari-hari yang notabene adalah milik setiap orang di dunia di tangan Rudi ‘bisa dijual’ menjadi sebuah hiburan apik. Apa lagi ketika sang penulis pintar mengaduk aduk emosi pembaca, mengaku sebagai seorang pelajar bodoh tapi di sisi lain punya kepandaian dalam menulis dan piawai dalam mengolah (cinta) termasuk kisahnya menjalani LDR (Long Distance Relationships).

Yang pasti –seperti karya-2 Rudi lainnya –agar tidak hambar ada sisipan pesan ‘arti kehidupan’ yang dikemas dalam gaya humor. Buat penonton remaja (muda) mungkin cocok banget film ini ditonton sebagai sarana pembelajaran aduh kok serem banget ya istilahnya hi hi hi ketika harus berjuang belajar di negara asing plus mempertahankan cinta yang dipisahkan oleh jarakJ Seorang teman SMP yang kebetulan datang di acara preview film tersebut menceritakan kepada saya bahwa dia mendengar komentar seorang pembaca setia blog Raditya. “Pas banget nih film sama bukunya.” Benarkah demikian? Yuk, kita buktikan saja sama-sama. So, selamat menonton ya!

Ozip edisi April 09

Nuni B

Wah bagus banget program ABC Kids Senin ini (Children’s Programs yg judulnya: Being A Good Friend)…anak-2 diajarin untuk menjadi teman yang baik dan menjaga pertemanan tetep awet! Ini ringkasannya untuk fesbuker…mudah-2an berguna. Ga rugi deh nemenin si thole nonton ABC Kids 6 am-11 am Senin di long week end ini. Emaknya ikutan dapat ilmu baru dan refreshing about lots of things!

Being A Good Friend

First, remember that, You are what you think

Then, change your think if it is so high or low

Friendship begin with you

It’s good knowing your strength and weakness

So, like yourself first

Using the specific communication skill

But the problem is

Does anyone communicated the same way?

If any problem sort out

Identify the problem

Look the solution, but

Don’t lost temper

Keep remember

Give respect to friend

Emphaty with their feeling

Treating each other as equal

Don’t push each other

IF NOT CLICK LET IT GO
Found the best one for you
So, friend can be someone with
A different age

Or different gender

As long as

There are trustworthy, honest and loyal!

Congratulation if you have some good friends!

That’s your unvalue reserve!

Yang namanya menjadi ibu rumah tangga/ ibu RT emang banyak yang harus dipertimbangkan ya. Sangat berbeda jauh dengan dulu ketika masih single/belum ada krucils di rumah kita. Selain status yg berubah juga sikon yg berbeda engga seperti dulu lagi, mudah ambil keputusan seenaknya karena belum ada orang-2 lain yg ‘tergantung’ dengan kita spt suami dan anak kesayangan! Yah semua ada enak ga enaknya, so nikmatin ajah deh…

Nah seperti kata pepatah semua itu udah ada yang mengatur, maka saat ini waktunya buat Ibunya Mas Bagus (IMB) kembali ke sekolah AKA back 2 school. Ya, dasar emak-2 doyan sekolah, dari dulu juga gitu paling semangat kalau disuruh sekolah ama kantor!

Ya Allah engkau memang maha besar dan mendengar setiap doa umatnya. Udah sejak pindah ke OZ, IMB pengen banget ngelanjutin cita-2 lamanya yg dulu pernah digeluti jaman kuliah, JADI GURU. Kalo masih di Indo mungkin gampang aja ya karena sistem pendidikan yang sama, pengalaman kerja dan network yang lumayan banyak, tapi ini OZ gitu loh. Semuanya beda, selain sistem dan pola pendidikannya juga bahasa dan kulturnya, inget kan, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya!

Nah karena itu untuk migrant yg bukan dari negara commonwealth (jajahan Inggris) harus sekolah lagi untuk dapet kualifikasi OZ. Terus terang, biarpun sistem beda, mereka sangat welcome dan membantu. Dulu 6 thn lalu ketika baru mendarat di OZ utk jadi Mrs Berger, selain masih aktif nulis utk majalah di Indo dan sini, IMB udah ikutan aktif BELAJAR LAGI di lembaga pemerintah yang berfungsi sbg bridging/jembatan untuk new migrant beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru yang bernuansa Anglosaxon (British).

Lembaga bernama AMES ini (Australia Multiculture Education System) intinya membantu migrant untuk siap dengan lingkungan baru dengan program-2 bahasa dan budaya nya. Maka seperti kursus lainnya, ada tes penempatan (placement test) dan interview. Untunglah, saat itu IMB bisa langsung ke level advance (4/terakhir) sehingga bisa nerusin ke IELTS preparation/seperti TOEFL untuk sekolah ke US dan migrant job skill workshop.

Just 4 information, tiap migrant yang megang spouse/PR visa dapet 530 jam gratis belajar di lembaga itu. Diperkirakan, migrant yang belajar bahasa Inggris dari level dasar (1) bisa ngabisin jamnya sampe level 3 (intermediate)…setiap level pun ada bagian lagi, seperti basic-basic, basic advance…dsb-nya yang tiap level berlangsung 6 bulan….lalu ada tes…kalo lulus ya naik ke level berikutnya. Nah kalo jam gratisnya-nya udah kepake semua, padahal masih mau kursus yah migrant cuman diminta bayar sedikit (biasanya sih 50 $) sekadar untuk admin dan jaminan untuk serius kursus (jaminan tempat).

Ok, kembali ke IMB ya. Setelah ikut kursus IELTS maka ngelanjutin kursus migrant job skill workshop selama 3 bulan (tujuannya untuk mempersiapkan ke lapangan kerja sesungguhnya sesuai minat). Wakyu itu IMB bilang ke guru-2nya, pengen banget jadi guru (SD) di OZ, karena emang merasa punya background dan minat ke situ. Waktu ditanya mereka, kenapa ga ngelanjutin jadi jurnalis, wah terpaksa jujur deh jawabnya. Sorry, i don’t have enough times for that anymore:) It’s hard to be a journalist meanwhile I want a balance life in my new life. It’s nonsense…Dan mereka cuman tersenyum memaklumi…

Yah begitulah, rencana boleh rencana, karena sebelum ngelajutin impian ke UNI/TAFE untuk sekolah guru/diploma education…ternyata kami sepakat ikut program kehamilan (biar bisa hamil) karena inget usia yg udah mateng hi hi hi…EH kok ya ndilalah (kebetulan) beberapa bulan ikutan program biar hamil Alhamdulillah langsung dikabulkan. Jadi mundur dulu deh cita-2 sekolahnya.

Sekarang si thole udah masuk masa thodler (anak balita) yang mulai independen dan bisa ditinggal di child care (walau masih ga tega juga sebetulnya). Tapi paling engga udah ada lampu hijau juga dari hubby, thole toh udah 2 thn dan bisa diajak komunikasi. Walau berat juga sih, bayangin aja orang selama 2 thn ini kita selalu berduaan terus, nempel kayak perangko.

Tapi, kesempatan kali ini begitu menggiurkan IMB. Ada grant/beasiswa dari local govt untuk sekolah children service selama 6 bulan, kemudian lanjut ke diploma. Semuanya gratis termasuk child care-nya! Rejeki memang sudah diatur, application IMB di-approve! Ya ini mungkin saatnya IBM back to school. So far so good…mesti selama sebulan ini tiap ditaro di child care thole masih nangis, tapi kata childgiver nya 2 minggu terakhir ini dia udah mulai rileks dan menikmati permainan bareng temen-2 senasibnya!

Dan tanpa disangka, kejutan lain datang untuk IMB. Ya Allah engkau memang maha memberi! Govt kembali memberi kesempatan IMB untuk melanjutkan sekolah (diploma) di TAFE/UNI manapun berikut grant/beasiswanya yang diberikan lewat AMES! Oh, rupanya mereka masih menyimpan file-2 lamaku jaman kursus dulu berikut dokumen tentang goal dan target yang ingin aku capai! Thank God…AMES!

Sekarang, tiap Kamis, IMB duduk manis di kelas mendengarkan kuliah. Sementara Senin dan Rabu mulai magang menjadi guru untuk para cindils. So, jatah menengok multiply jadi berkurang deh, selain PR nya bejibun, juga udah keteter ngerjain tugas ibu RT (siapa yg nanya juga hi hi hi). Tapi kangen juga euy ber-MP ria dan berkelana dari ruang yg 1 ke ruang yg lain sambil menulis komeng. Thanks to fesbuk, paling engga masih bisa kontakan dengan temen-2 yg lain tanpa perlu berlama-2 di depan layar kompi.

Ya sutra….segitu dulu kabar dari IMB yang sekarang agak jarang OL di MP!

Salam kangen ya buat semua…

Melbourne, March 09

my lil one aka nasser sedang dalam taraf yang bisa dibilang spt holigan…bandel, rebelious dan suka merusak (hazardous)….wah pokoknya kalau ga sabar bisa-2 ikut kepancing marah-2….eit…entar dulu yaaa…untuk apa ikutan belajar mengendalikan nafsu diri kalau ‘kalah’ sama anak kecil…percuma dunk…

makannya alhamdulillah –walau belum seperti budist nun atau ahli sufi yang spt ga punya emosi/rasa benci dan hal-2 negatif lainnya –saya cuman bisa mengelus dada dan berdoa tentunya agar dia bisa berubah. serta tentunya berharap itu hanyalah salah satu fase dalam kehidupannya yang juga mungkin PERNAH dialami anak-2 lain seumurnya…

(mungkin)…dan ternyata ga lama emang ada jawabannya, anak sahabat saya (kebetulan ceweq) waktu umur segitu –jelang 2 thn –pernah bandel subandel alias bikin kheki ibu bapaknya dan kakaknya terus….tapi itu cuman beberapa bulan aja kok, setelah itu…ada hal lain/kepandaian lain yang muncul…yah gitu deh kayak di dept strore ganti terus modelnya…

ini mungkin yang namanya jadi ortu harus mau nerima paket lengkap, anak bandel, lucu, pinter, sehat-sakit dsb-nya….ga setiap saat seneng terus, kalo begitu mending beli boneka aja ya tapi ga bisa diajak komunikasi! yayyyy…ogah ahhhhh

Ya sutralah, saya akui harus sabar memang menjadi seorang ibu, kalau bandel dibales galak (malah kacau jadinya) harus punya ilmu yang lebih canggih dari si kecil tanpa harus menyakiti…tuh kan EMANG ENAK JADI EMAK-BAPAK!!! eit yg single jangan pada ngacir yeee EMANG ENAK KOK!!! hi hi hi

Yah belajar dan belajar (tanpa bosan) intinya…so, ilmu mengendalikan diri emang perlu ya, kata orang sih setelah nikah makin mudah untuk mengendalikan diri (bener ga ya ada korelasi spt itu) ha ha ha jawab sendiri deh yg pernah mengalami….kalo saya sih dulu banyak yg bilang, “cewek galak, judes, gampang marah pantesan belom married sih!” itu dulu loh (sssttttt emang ada hubungannya apa?) he he he auk ahhhh gelaappppp…

so, jadi sekarang maklum aja deh kalo ada yg suka marah-2 terselubung di blog, ngambek dan show offini itu kali emang lagi ada masalah….kesel ama hidupnya…jadi biarin ajah, C’EST LA VIE kata orang Prancis….itulah hidup ga mungkin bisa dpt temen yg baik terus, tapi ada ilmunya kok…

Apaan tuh? Pake ilmu tokcer dunk, GA USAH PDKT/SKSD ke mereka yg spt itu dan pake ilmu lainnya EGP/ EMANG GUE PIKIRIN…sorry ya prends…apalagi bukankah mikirin anak sendiri aja dah repot…Anakku, mommy akan selalu ‘menemanimu’ di hari-2mu selama hidup masih di kandung badan….kamu nakal, mommy ga tatutttt….ayo sampe di mana….ha ha ha….gitu aja kok refotttt…..

Melben, awal januari 09

Tadi malam untuk ketiga kalinya saya melihat kembang api taon baru di Melben sini. Emang sih ga setiap tahun menjadi saksi pergantian tahunterutama saat hamil dan melahirkan (absen 2 tahun) plus saat si thole masih bayi. Jadi selama 6 thn tinggal di sini, baru 3 kali ngeliat yang namanya perayaan tahun baru plus bonus berdesak-2an dengan orang-2 yg rela-2in bejubel untuk menjadi saksi pergantian tahun/pergantian hari itu.

Malam itu emang special banget ya sampe anak-2 muda sini bela-2in dandan abis-2 an kayak mo ke party - high heels-make up-accessories- keren booo dari atas ampe bawah. Sementara yang cowok ga kalah chick dengan gaya terkini-nya. Saya sih ngebayangin dulu juga gitu kali ya (walo ga dandan abis)…semangat banget tiap ikutan teenager group yang keliling merayakan taon baru.

Sebetulnyasaya agak males keluar malem itu, alasannya practical banget…..ga tega membawa thole ikut berdesak-2an di tengah lautan manusia (yg ga tentu rimbanya). Semua campur, tua muda, laki perempuan dari berbagai ras, dan terutama sedikit aware soal kebiasaan anak muda sini –ga dijamin walo polisi tegas-2 bilang alcohol free dan ada penalty kalo ngelanggar–…yang namanya anak muda tumplek blek sebanyak itu mana bisa dijamin ga mabok….padahal sebagian kecil soale kalo udah on rada nakutin tingkahnya….kalo sendiri kan bisa ngacir menghindar nah kalo bawa baby mana bapaknya ga ada lagi rada tatuttt n jiper juga.

Akhirnya dengan tekad bulat –segalanya akan ok –saya dan adik serta si kecil siap-2 dari rumah sejak pukul 8 setelah makan malam. Seperti mematuhi kata local govt sini, ga perlu bawa mobil sendiri karena khusus malam itu (seperti malam tahun baru sebelumnya) pemerintah nyediain train dan tram gratis….asyikkk….maka saya parkir mobil di stasiun KA deket rumah. So, misi ke CBD ini 80 persen demi si adik yang meminta, ayo dunk kita ke city, kan ga tiap tahun (apalagi tahun baru) saya ke sini…saya pengen tahu moment-nya dan tentunya mengabadikan gambarnya (foto-2) arrrrrggggg…..

Ya sutralah, dengan niat baik plus doa…kami bertiga berangkat naik kereta jam 9. Kereta berhenti di setiap stasiun mengmbil orang-2 yg mau lihat kembang api di city yang tahun ini konon dipusatkan di 6 titik keramaian di CBD. Selama di perjalanan saya memperhatikan anak-2muda (teenager) memakai baju serba putih (baik cowok dan ceweknya). Entah apa maksudnya, tapi sepertinya emang ada event khusus yang mengikutsertakan mereka di malam pergantian tahun itu. Kereta riuh ramai oleh celoteh dan canda para ABG itu…itung-2 obat anti ngantuk deh hi hi

Sampai di city 30 menit kemudian, saya dan adik berusaha keluar dari stasiun yang penuh sesak. Wow…udah kecut duluan nih….namanya ibu-2…..naluri aslinya langsung keluar deh berusaha melindungi anak semata wayangnya yangterlihat tanpa kuasa itu (duduk manis di pramnya). Apalagi orang berdesak-2an…Ah sampai saya pun jadi mudah kesal dan menggerutu sama adik yang punya ide gila itu. Saya takut juga sih ketauan suami bawa si kecil keluar tanpa dia. Dan memang ketauan juga akhirnya, waktu suami nelpon ke rumah mesin penjawab yg angkatJ Sorry hubby….dan dia pun mengerti dengan pesan sponsor untuk hati-2 dengan si kecil! Ah…leganya…

Menunggu waktu sampe pukul 12.00 saya memilih menepi ke taman dan selanjutnya masuk ke National Gallery of Victoria (NGV) yang malam itu menggelar gratis beberapa pameran seni. Yah itung-2 menghindar sementara dari keramaian orang dan coba menidurkan si kecil. Di tempat itu pula sempat bertemu dan ngobrol dengan beberapa student Indonesia dan keluarganya.

Akhirnya waktu pergantian hari segera tiba, 1 jam sebelumnya saya dan adik menuju Federation Square (alun-2 FS) tepat di depan stasiun Flinders Street. Khabarnya orang sudah tumpah ruah dari jam 9 menyaksikan live music dan performance lainnya. Di beberapa pojokan FS yang kini dihiasi café-2 bergaya mutakhir dipasang monitor super besar, saya pun bisa lihat para entertainer yang lagi beraksi di panggung dari kejauhan. Dan hitungan mundur pun dimulai….30…29…28….27….dstnya sampe 5,4,3,2,1 ……

Dorrrrrrrrrrrr kembang api yang menari-2 dengan warna warna warni pun meluncur ke langit Melben yang malam itu cukup cerah. Udara pun lumayan sejuk (ga seperti malam-2 taon baru sebelumnya yang bisa ampe 40 C kayak di gurun). Cuaca memang mendukung orang untuk keluar malam karena lumayan nyaman di summer yang cenderung wet/basah kali ini.

Aneh….saya agak melankoli malam itu (melihat kembang api menari-2 dengan gagahnya di angkasa) tiba-2 ingin menangis….gembira….sedih….bahagia….merasa rapuh/fragile (jadi inget lagunya Sting) segalanya menjadi satu. Megahnya city malam itu karena percikan kembang api membuat nurani saya bergejolak , betapa kecilnya saya di antara semua fenomena itu…tiba-2 teringat hubby yang untuk kali pertama ga ada di sisi saya…juga teringat dengan Sang Pencipta yang membuat semua ini ada….bumi yang makin tua (atau muda?), manusia yang datang silih berganti, segala keriuhan malam tahun barudan berbagai peristiwa lainnya bermain-2 di benak saya…Ah…yang pasti tetap optimistis menjalani 365 hari lagi kesempatan yang diberikan oleh-Nya untuk menjadi saksi segalanya di bumi yg fana ini….Ya Allah sudah pantasnya kupanjatkan syukur kepadamu atas nikmat semuanya ini…

Melben, 1 Januari 09 HAPPY NEW YEAR/Bonne Anne Friends!!!

This is Australia, a country with full of characteristic. For me, as the one who don’t believe with a black and white theory when looking to something, the OZ govt is enough generous. I am not trying to look by a political view, but in my humble opinion, they are so brave to decide an economic security strategy packet this time. Apparently the govt just declare financial assistance payments due to sort of some of the effect from global financial crisis.

They call the packet as a lump sum payment. For your information, from 8-19 Dec 2008, the Australian Govt will provide lump sum payments as part of the economic security strategy, in response to the global financial crisis. Then you will be entitled to a lump sum payment if you eligible to get it. So, who is the eligible person? There are so various, which are age pension, disability support pension, carer payment, wife/widow B pension, veteran’s income support supplement, senior holding health card, parenting payment/special benefit and family tax benefit part A (low income family).

Yup, they will be receiving $ 1400 for single or 1050 for each (for pension) and $ 1000 each child per family. That’s a nice packet, isn’t it? What a wonderful gift to celebrate Christmas and New Year. Yup, you’re correct; this is the stimulus from govt to make people keep spending money on a crisis era. They hope people will using the bonus for spending, but regarding to the tight era this time (loan, mortgage, high living cost) many receivers say will save the money to help their financial problem. So, finally the gift won’t flowing to the market, but some will ended to the bank. People getting smart this time! For everyone just enjoying the gift and lucky you who get it this time….and me…still optimistic someone will give me the other present! Ha ha ha….

Melbourne, Dec 08

Idealisme Oom Pit

Adikku yang bungsu dan satu-2nya lelaki dari 5 bersaudara bisa dibilang salah satu contoh harapan bangsa, cieee gaya amat deh amat aja ga gaya yeee…Maksudnya begini, dia itu govt employee di sebuah dept di Jkt, yang kata orang punya prospek bagus untuk kariernya ke depan. Tapi entah mengapa dia lebih memilih pengen berkiprah di bidang pendidikan alias jadi pengajar atawa dosen di universitas aja (someday)….sesuatu yang udah dia lakukan sekarang sebagai side job kala week end.

Oom Pit –kata si Nasser –sekarang makin sering ditugaskan keliling (tanah air dan mancanegara) untuk keperluan studi, workshop, control dan research. Di akhir pekan masih sibuk pula mengajar kuliah management di sebuah universitas di Jakarta, selain lagi menyusun tesis untuk gelar MM dari UGM, almamaternya dulu. Mudah-2an semua nya lancar ya walau kata dia sering ‘bertabrakan’.

Di luar kegiatan itu ayah si Janu ini paling rajin memimpin kakak-2nya untuk rajin bersedekah, memberi zakat dan berkurban. He he he bangga juga sih, adik cilik yang dulu rada ‘bandel’ dan usil sekarang udah sukses dan ‘baik’ pula.

Ya syukurlah, kalau di tengah kesibukannya itu dia masih sempet memperhatikan umat yang kurang beruntung. Bahkan cita-2nya, ingin menjadi dosen profesional pun karena ‘enggan’ berurusan dengan birokrasi yang engga genah/engga beres itu. “Males ah kalau disuruh ikut-2an ga bener, tanggung jawabnya nanti berat!” Cieeee….andaikan semua orang yang bekerja jadi govt employee punya mental seperti itu –seperti juga temen-2 saya di sini yang pernah mendapat beasiswa dari pemerintah Australia. Mereka rata-2 adalah sosok yang idealis dan punya cita-2 luar biasa, sayang kalau cita-2 mulia itu akhirnya kandas di tengah jalan karena oknum-2 yang merajalela.

Padahal negeri kita memang membutuhkan sosok-2 seperti itu (idealis dan punya sikap). Saya sempat berargumen dengan adik saya tentang pilihan sikap ini. “Mengapa kamu engga menjadi contoh bagi mereka. Mulai membangun generasi yang bersih dan baik.” Lalu apa kata adik saya? “Wah….udah berat siklusnya….ikut terbawa arus, atau mental, itu pilihannya saat ini….engga tahu nanti kalau ada keajaiban. Oh dear God, semoga kiranya keajaiban itu terjadi. Jadi inget lagunya Scorpion deh…The wind of change…..angin perubahan kapan dikau bertiup di negeri kami? Opssss gimana aye engga kesel, udah 1 bulan lapor soal passport kagak ada kabar beritanya sama sekali??? Ini negara niat ga sih memperhatikan warganya….eh kata orang, “Kagak ada uangnya mana diurus mpok!” Gubrakkkk…..aye masih di negeri bernama Indonesia toh??? Ughhhh….jadi mau ke lain hati nih kalo gini…..dah ga tahan euyyyyyy…..

Dear my friends,good for thought….

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga ** Indonesia ** yg bermukim atau pernah bermukim di ** sana ** . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.*

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.”
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas.
Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ ditempat itu.
Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke
meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya
berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua
lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di
atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.” Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya
berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk
kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.”

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk
lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata

“Sekarang saya tahu,
kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi
diriku dan anak-2ku! ” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami.
Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap
“Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”

Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada
dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen
saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya.

Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang
hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya .

“Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk
menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku,
guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.
Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada ‘malaikat’ yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya ’sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu. Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak!

Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka,
tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri

Mamaku Sayang…

Soooo sweet…..

Untuk yang akan/sudah jadi Mama n Papa,

Mamaku sayang, aku mau cerita sama mama. Tapiceritanya pake surat ya.
Kan, mama sibuk, capek, pulang udah malem.
Kalo aku banyak ngomong nanti mama
marah kayak kemarin itu, aku jadinya
takut dan nangis.
Kalo pake surat kan mama bisa sambil tiduran bacanya.
Kalo ngga sempet baca malem ini bisa disimpen sampe besok, pokoknya bisa
dibaca kapan aja deh.
Boleh juga suratnya dibawa ke kantor.
Ma, boleh ngga aku minta ganti mbak? Mbak Jum sekarang suka galak, Ma.
Kalo aku ngga mau makan, piringnya dibanting di depan aku. Kalo siang aku
disuruh tidur melulu,
ngga boleh main, padahal mbak kerjanya cuman nonton TV aja.
Bukannya dulu kata mama mbak itu gunanya buat nemenin aku main?
Trus aku pernah liat mbak lagi ngobrol sama tukang roti di teras depan.
Padahal kata mama kan ngga boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah kan?
Kalo aku bilang gitu sama mbak, mbak marah banget
kan katanya kalo diaduin sama mama dia mau berhenti kerja.
Kalo dia berhenti berarti nanti mama repot ya?
Nanti mama ngga bisa kerja ya?
Nanti ngga ada yang jagain aku di
rumah ya?
Kalo gitu susah ya, ma?
Mbak ngga diganti ngga apa-apa tapi mama bilangin dong jangan galak sama
aku.
Ma,bisa ngga hari Kamis sore mama nganter aku ke
lomba nari Bali? Pak Husin sih selalu nganterin, tapi kan dia cowok, ma.
Ntar yang dandanin aku siapa?
Mbak Jum ngga ngerti dandan. Ntar aku kayak lenong.
Kalo mama kan kalo dandan cantik. Temen-temen aku yang nganterin juga
mamanya.
Waktu lomba gambar minggu lalu Pak Husin yang nganter;
tiap ada lomba Pak Husin juga yang nganter. Bosen, ma.
Lagian aku pingin ngasi liat sama temen-temenku
kalo mamaku itu cantik banget, aku kan bangga, ma.
Temen-temen tuh ngga pernah liat mama.
Pernah sih liat, tapi itu tahun lalu pas aku baru
masuk SD, kan mereka jadinya udah lupa tampangnya mama.
Ma, hadiah ulang tahun mulai tahun ini ngga usah dibeliin deh.
Uangnya mama tabungin aja. Trus aku ngga usah dibeliin baju sama mainan
mahal lagi
deh.
Uangnya mama tabung aja. Kalo uang mama udah
banyak, kan mama ngga usah kerja lagi.
Nah, itu baru sip namanya.
Lagian mainanku udah banyak dan lebih asyik main sama mama kali ya?
Udah dulu ya, ma. Udah ngantuk.
I love you Mom
———— ——— ———
Kadang uang mengalahkan semuanya,
semua yang ada di hidup kita
dengan dalih memenuhi kebutuhan hidup.
Tahu kah anda…
saat kita tua dan pensiun…
atau saat kita meninggal…
perusahaan memiliki ratusan, bahkan ribuan orang
untuk menggantikan kita.
Tapi sadarkan kita…
tidak ada satu pun yang bisa menggantikan kita di
hati, pikiran dan ingatan anak kita tercinta yang ada di rumah…
SUDAHKAH KITA MEMIKIRKANNYA?
———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— -

Pemenuhan dari sebuah permintaan terkadang tidak sesederhana keinginan itu
sendiri untuk kumpul bersama. Simple request but very
hard to be approved, a
lot of cosiderations has to be tought…GGS (Gampang-Gampang Susah) !!!

Older Posts »