Lebaran Penuh Berkah
October 25, 2006 by indo-javanesegirl
Alhamdulillah, akhirnya walau jauh dari sanak saudara dan ayah ibu kami bisa merayakan Lebaran bersama masyarakat
Indonesia di sini. Yang jelas tak ada malam takbiran yang penuh kesan itu. Tapi sebagai tombo ati (obatnya) aku mendownload takbiran dari MP3 salah seorang blog milik teman. Lumayan lah, kerinduan akan malam takbiran sedikit terobati. Aku juga mendownload beberapa lagu-lagu Islami lainnya macam Tombo Ati (versi Opick), Lagu-lagunya Bimbo, Lagu-lagunya Sulis dan Hadad Alwi, Arifin Ilham dll. Yang pasti, sukma ini terasa menjadi lebih lapang dan lega setelah mendengar lagu-lagu menenangkan tersebut, bahkan yang di perut pun ikut-ikutan gerak. Malah sekarang kalau belum denger lagu-lagu nan damai itu, dia ogah bobo, waduh!
Senin (23/10) di pagi yang cerah, aku sudah bangun untuk menyiapkan segala keperluan shalat Idul Fitri. Hubby pun ikut-ikutan bangun pagi karena pengen ikutan shalat bersama masyarakat Muslim di Melbourne. Hari ini Hubby cuti demi merayakan Eid Mubarak dan menemani istrinya bersilaturahmi dengan masyarakat Muslim di sini. Sepertinya dia enjoy sekali, apalagi karena bisa bertemu dengan orang-orang baru, belajar banyak hal dan yang penting mencicipi berbagai aneka masakan ala Idul Fitri.
Walau sepasang mata ini masih terasa berat untuk dibuka –karena tadi malam masih asyik memasak untuk dibawa berhalal bihalal dengan masyarakat Indo selepas shalat Ied –tapi aku harus cepat bangkit pagi-pagi sekali dan membangunkan hubby. Untungnya kebiasaan tidur sampai larut di malam takbiran menjadi hal yang biasa untukku. Karena begitu bahagianya menyambut Lebaran maka segala lelah di jiwa dan raga tak dirasakan lagi. Dulu waktu masih tinggal dengan ayah ibu, aku sering bergadang untuk menyiapkan keperluan Lebaran esok harinya seperti bersih-bersih rumah, ‘bakar kue’ hingga cuci piring dll. Tapi asyik rasanya. Mungkin ibu masih merasa kehilangan dengan kebiasaan putri keduanya yang selalu bikin ‘banana cake’ untuk disajikan kepada para tamu yang datang berlebaran.
Sebelum shalat Ied di sport centre Melbourne Uni panitia masih menerima pembayaran zakat fitrah sebesar AUS $ 10 per orangnya. Selain itu ada yang melafalkan takbir dan kalimat ilahi lainnya. Wah tahun ini cukup banyak jemaah yang datang –sepertinya lebih banyak dari tahun kemarin –terbukti dari dipenuhinya sport centre tersebut oleh para jemaah.
Selesai shalat Ied, kami bersalam-salaman dan saling memaafkan. Selepas itu semua jemaah meneruskan silaturahmi di halaman sport centre sambil menikmati hidangan yang tersedia bikinan para ibu (warga Indonesia di Melbourne). Waow…bukan main! Segala penganan Lebaran yang biasa ada di
Indonesia tersaji di depan mata.
Ada lontong (plastik, soalnya bungkusnya plastik) rendang, opor ayam, sambal goreng ati, tumis sayuran serta udang yang pedas, mie goreng, cap cay sampai bakso. Demikian juga makanan keringnya, mulai nastar, kue keju, lidah kucing, hingga berbagai makanan manis (cake) lainnya. Hmmm yummy…suami pun lahap mencoba semua makanan Indo yang beberapa sudah akrab di lidahnya itu. Aku sendiri? Bukan main…kayak orang kalap, aku pun ga mau kalah dengan hubby, sampai-sampai dia sibuk mengingatkan…”Hi, slowly, jangan buru-buru nanti kamu keselek dan jangan banyak makan makanan pedas!” Ha ha ha who’s care honey! Yang pasti hari itu aku amat puas, bisa bertemu dengan teman-teman, bersilaturahmi dan menikmati sajian masakan
Indonesia yang lezat-lezat.
Siang harinya, kami ke Konjen untuk melakukan silaturahmi dengan bapak Konjen dan istrinya. Kebetulan hampir setiap tahun bapak Konjen selalu menggelar open house. Lagi-lagi ada hidangan makan siang bersama setelah silaturahmi. Wah hari ini perutku penuh dengan makanan
Indonesia yang kaya santan dan serba pedas itu. Engga papa deh setahun sekali ini. Mudah-mudahan yang di dalam juga ikut menikmati ya ha ha ha.
Selasa (24/10) siang hari, selepas workshop bersama ibu-ibu Indonesia aku menelepon ke Jakarta untuk mengucapkan selamat Idul Fitri kepada orangtua, nenek, adik-adik dan saudara lainnya yang kebetulan ada di rumah. Wah sepertinya meriah acara silaturahmi di rumah ortu kali ini. Soalnya salah seorang keponakanku Nabila (Bila) juga merayakan ultah keempat di hari yang sama. Jadi sambil bersilaturahmi mereka juga meniup lilin untuk merayakan ultah my cubby niece BilaJ Happy B’day Bila, semoga menjadi anak shalihah, membawa berkah dan berguna! Amien…
Intinya –meski engga bisa sungkem dengan nenek dan ortu –aku mengucapkan kata maaf (lahir batin) kepada mereka. Semoga keihklasan dan keridhoan orangtua terhadap anak-anaknya menjadi bekal berharga bagi kita untuk melangkah lebih matap ke depan. Ibu pun sempat menggodaku, “Udah makan apa aja? Ketemu ketupat opor engga? Yang di perut gimana?” Lantas jawabku,” Wah soal makanan jangan khawatir ibu, di sini gampang kok cari makanan ala Indo. Yang di perut sepertinya juga ikutan happy tuh. Bahkan dia udah ngerasain ikutan minum air zamzam dari seorang teman yang awal Ramadhan ini Umroh. Hmmm…tak terasa butir-butir air mata pun telah mengalir di pipiku, walau sudah mendengar suara orang-orang terdekat tersebut aku masih merasa rindu yang tak terkira akan semua suasana Lebaran di Jakarta. Lebaran kali ini adalah tahun kedua aku di rantau, karena tahun 2003 dan 2004 aku sempat mudik bersama suami tercinta.
Selamat Lebaran, Mohon Maaf Lahir & Batin!
4 Responses to “Lebaran Penuh Berkah”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
asyik juga ya banyak orang Indonesianya, dan gampang dpt pengajian Indo ya di sana ..
btw, ati2 soal makanan ya, kalo naiknya banyak, entar turunnya susah lho, kalo bisa sich engga lebih dari 12 an kilo, antara 10 - 12 aja naiknya.
iya, iya, rame karena miss B ultah di ciputat, tante2nya yg di prancis dan OZ pada nelpon…
Tapi BC jadi pembantu sebulan ini, krn pembantu mudik…ngepel, nyapu, nyuci baju dan piring, hm…seminggu di rumah capek juga
Jangan kawatir BC, siapa tahu nanti setelah jadi upik abu nasibnya juga bagus kayak MM yg sekarang diekspor ke OZ he he he…:)
duuuhh jadi kangen disana mba nuni, meski tetep enakan disini hihihihi…. disana rasanya antara sedih jauh dari keluarga tapi it felt warm karena cendereung lebih dekat karena senasib…
btw
minal aidin wal faidzin yah
maaf lahir batin
miss u