THANK GOD YOU’RE HERE
October 5, 2006 by indo-javanesegirl
It’s been long times not to see you blogJ
Kebiasaan lama berulang…
Berlangsung sejak
lima bulan ini (sejak hamil), aku sering terbangun di tengah malam biasanya sekitar jam 3-4 dini hari. Dan biasanya sih diawali mimpi yang aneh-aneh, kadang lucu, kadang sedih, bahkan seru (seperti petualangan) dan herannya mimpi-mimpi itu seperti nyata (vivid).
Jumat (6/10) dini hari ini, aku terbangun lagi setelah mimpi tentang sesuatu. Mata sulit dipejamkan lagi (padahal udah usaha ekstra keras). Tapi karena aku merasa tidur di dalam aquarium –karena korden di apartemen sudah dicopotin semua (berhubung mau pindahan) –jadilah aku sulit menutup mata lagi.
Aku memang paling susah tidur jika ada cahaya menyusup ke dalam kamar, apalagi seperti saat ini begitu liat ke jendela sinar rembulan dengan gagahnya menyinari jendela yang tembus sampai ke kaca-kaca di lemari besar yang nempel di tembok. Ih…teganya deh dikau rembulan….padahal aku
kan udah ngumpet-ngumpet di bawah selimut, tetep aja tuh sinar rembulan menggoda…God…yeah mungkin emang aku lagi banyak pikiran ya?
Dan, ketika melihat pada sosok familiar di sampingku (hubby tercinta) uh…dengan nyenyaknya tidur. Ih pengen deh iseng godain dia, maksudnya bangunin dia juga, biar ada temen ga bisa tidur, tapi nanti dia grumpy. Soalnya aku pernah iseng seperti itu, ketika suatu saat bangun pagi jam 4-an untuk sholat dll, eh ga sengaja bikin dia bangun juga (berisik sih), eh setelah itu dianya jadi grumpy (ngambek) soalnya ga bisa bobo lagi…Jadi ngiri juga setiap liat hubby tidur seperti bayi, kok bisa ya seperti itu…Sementara aku –udah jadi kebiasaan –kalo lagi banyak pikiran, sedih atau malah senang banget (enthusiastic) biasanya gitu, tidur jadi sebentar-sebentar.
So, dear my blog…I’ am coming…Mumpung masih ada kesempatan untuk curhat ke kamu –sebelum komputernya di off-kan untuk sementara waktu –aku coret-coret lagi ya. Dede bayi yang ada di perut juga seperti biasa, kalau mummy-nya terbangun di pagi dini hari dia akan ikut bangun, kok tahu? Iya si dede suka nendang-nendang my tummy (malah belakangan tendangannya makin keras loh, kali lagi main bola ya di
sana –kata suamiku sih gitu ha ha ha). Mungkin karena laper juga Mummy dan si dede bayi (seringnya sih gitu) atau mungkin juga si dede mau menyuruh mummy-nya berbuat baik, cuma Mummy-nya aja yg males.
Heran, entah mengapa sejak kehamilan ini (aku sering terbangun di jam yang sama), kalau lagi ga males dan ga winter sih ya bangun, shalat malam dsb-nya. Kalo masih ga bisa tidur juga? Ya online dong….baca-baca e-mail, berita, ngecek ini itu dsb-nya dan tentunya menulis. Karena kalau aku bangun pada dini hari seperti itu biasanya ada aja ide bagus dan menarik untuk ditulis. Soal kebiasaan ini hubby udah maklum walau kadang suka mikir (istri gue kok suka aneh gitu ya ha ha ha). Karena suka kasihan liat aku kelimpungan kalau tiba-2 ada ide atau inspirasi utk nulis sesuatu, dia selalu menyiapkan notes dan ballpoint di samping meja tidur kami.
Apa sih yang bikin MM (Mummy Maude alias aku ha ha ha…sorry pake nama panggilan akrab dari adek-2 ku) terbangun dari tidurnya, apakah benar karena banyak pikiran? Terus terang blog, selama hampir 3 pekan ini banyak hal yang kualami, sedih dan senang membaur menjadi satu.
Yang pertama, minggu lalu aku dan suami diundang untuk merayakan ultah seorang sahabat dan sekaligus berbuka puasa bareng. Sahabatku yang orang Mesir itu mengundang semua kerabat dan teman-temannya yang rata-2 adalah komunitas Arab (serasa di Arab deh J) Wah….rupanya kalau mereka sedang berulangtahun meriah juga euy acaranya, mereka punya lagu happy birthday yang di versi Arab-kan, belum lagi lagu-lagi semarak lainnya, kayak di gurun euy, sayang ga ada onta-nya, ha ha ha…
Soal makanan, walah…bukan main deh…makanan ala Arab mulai dari yang daging-dagingan (kebab) sampai dessert yang manis-manis (kus kus, puding, cake) tersedia di depan mata. Senangnya, aku bisa ikut merasakan kebahagiaan sahabat di hari jadinya itu. Walau selama perayaan ultah, aku dan suami seperti tersesat di negeri entah berantah, karena ga bisa omong Arab, paling-paling cuma Ass WR WB, Alhamdulillah, Insyaallah, Syukron, Ahlan wahsalan, yang bikin mereka surprise juga, malu ga sih katanya Muslim tetapi ga bisa bahasa Arab (bisanya cuma sebatas doa-doa). Ok lah ini akan jadi cambuk berharga untukku agar mau meningkatkan diri belajar bahasa Arab dan tentunya membaca ayat-ayat suci Allah, amien…
Yang kedua, pindah rumah di OZ, ternyata repotnya bukan main. Maklum baru sekali ini sih. Mulai dari nge-hire orang untuk mengangkut barang-2, ke kantor pos bikin perjanjian redirect mail, hubungi lembaga yang mengurus listrik, gas, telepon dll, hubungi lembaga yang ngurus pembayaran bond (supaya dapat kunci rumah), belum lagi membersihkan rumah yang mau kita tinggalin (mulai karpet, gorden, tembok, dapur dsb-nya) kalau bond kita mau balik. Tapi tetep aja bond itu ga ‘cucok’ dengan pengeluaran yang kita keluarin buat pindahan….yah…tapi apa mau di kata emang gitu peraturannya, lain negeri lain pula adat istiadatnya. Oh iya…belum lagi kerja bakti berdua sama hubby (ngepak-2), tapi untuk urusan ini hubby mengerti kok, dia ga membiarkan saku angkat-angkat yang berat, emangnya binaraga! Kasihan dong liat bininya dengan perut gendut gitu…ha ha ha….
Yang ketiga, ahkirnya aku mendapat kabar gembira. Insyaallah buku terbaruku yang berkonsep CHICKEN SOUP FOR THE SOUL akan diterbitkan oleh sebuah publishing di Jakarta. Buku yang saat ini masih dalam tahap editing itu berisi kumpulan cerita pendek tentang cerita kehidupan sehari-hari –yang kata editornya sih cukup menyentuh –dan bisa menjadi bacaan menghibur utk pembaca. Ceritanya terjadi di
Indonesia dan juga
Australia tapi dilihat (a view) dari sudut pandangku sbg WNI yang tinggal di OZ. Soal judul, Alhamdulilah penerbit udah setuju dengan usul kami (aku dan suami) juga ilustrator covernya nanti.
Bicara soal buku, terus terang hubby tercinta sangat berperan penting. Karena dialah yang tak bosan menjadi pengkritik dan pemberi masukan untukku. Hmmm….soal konsep dia emang jagonya, karena itu pula di kantor dia tempatkan di bagian ini (konsultan dan perencanaan konsep alias konseptor). Kata dia sok merendah, “Abis saya ga punya talent apapun seperti kamu (bisa nulis) atau ibu dan saudara-saudara saya lainnya. Eit…saya pengen tahu dong emang apa sih talent ibu dan sodara-sodaranya? Ibu saya seorang pelukis, desainer busana dan sutradara teater. Kakak perempuan saya seorang psikolog, pelukis, pematung dan pemusik, kakak perempuan yang lain juga desainer busana, sementara adik perempuan jago desain (grafis) dan adik yang cowok selain punya talent di musik juga jago bikin puisi dan berpidato, jadi saya coba bikin konsep aja.” Oh gitu toh…
Bicara soal talent yang dimiliki keluarga suami, saya jadi ikutan kecipratan sih. Insyaallah, di calon buku terbaruku itu kakak iparku yang pelukis itu akan mencoretkan hasil karyanya di sampul cover. Soal ide? Yah hasil rembukan kita berdua –aku dan hubby—sementara kakak iparku yang tinggal di NZ cuma senyum-senyum aja kala mendengar penuturan suami di telepon. Wah dia surprise juga waktu tahu aku bisa nulis (buku). Emang nih suami kebangetan, kalau ada butuhnya aja, baru deh cerita semuanya.
Btw, aku mau ucapin thanks also untuk beberapa teman dan saudara yang sudah pasti menjadi inspirasi berharga untuk penulisan buku itu.
Sudah pasti untuk orangtua, ayah ibu dan nenek tercinta di
Jakarta yang selalu mendoakanku. Untuk kakakku ELLY (mbak Lili) yang tinggal di Perancis, thanks for sharing ceritanya (soal apapun itu), terutama sih soal kehidupan sehari-hari seorang ibu rumahtangga plus kelakuan anak-anaknya yang berjumlah 3 itu dan lagi berangkat remaja. Seru abis!
Untuk adikku ASRI, SARI dan PIT (di Jakarta) yang juga telah memberi inspirasi lewat kehidupan yang pernah kita jalani bersama di
Jakarta (dulu banget) ha ha ha…Sukses untuk kalian semua…
Untuk keluarga suami, Thanks ANAE (my mother in law, bukan monster in law loh he he he) yang selalu menyuport kami dan menjadi tempat sharing yang asyik. Juga untuk RENEE,
HELENA , SIM dan ELISAA BERGER yang welcome terhadapku (saudara iparnya).
Untuk sahabat dan teman-teman dekatku, seperti EKI (wartawan Kompas di Solo). Thanks for being my friend ya Ki. Eki adalah adikku, mantan teman kos di Yogya yang akhirnya mengikuti jejakku menjadi seorang jurnalis dan sampai kini masih sering chatting. Keep on the track girl!
Ada salah satu cerita yang kutulis untuk profesi itu (Asyiknya Jadi Wartawan) silakan baca Ki! Juga untuk YANI yang udah back for good ke
Jakarta (teman seperjuangan yang sama-sama sabar menanti datangnya sang buah hati).
Engga lupa untuk FARAH teman curhat selama sama-sama menjadi wartawan Solo Pos beberapa tahun lalu. Cerita tentang persahabatan yang penuh suka duka ada di judul Never Judge A Book by Its Cover. Juga untuk DANIE, mantan temen SMP Tarq yang belakangan jadi temen curhat yang asyik.
Untuk teman-teman baruku yang bertemu di ajang dunia maya, thanks for the blogs girls! Karena blog kalian aku jadi tahu fenomena sosial apa aja yang sedang trend saat ini. Thanks for SANDRA Kartika, Teh MAWAR dan TETA SHINTA (di Jakarta) serta WIWIN (di Switzerland) juga teman-teman lain yang belum kesebut namanya, keep on writing guys!
Last but not least, thanks for Arga Publishing team. Buat EKKY Imanjaya (writer, journalist, movie maker) yang udah mendukungku untuk menyerahkan kumpulan naskah cerpen itu ke pihak penerbit. Juga untuk my editor tersayang TEH IDA dan pembaca naskah neng IIN.
Sedikit cerita sedih
Ada cerita suka ada juga dukanya. Kamis sore, karena buru-buru mau ngambil kunci dari agent real estate, seperti biasa hubby memarkir kendaraan di badan jalan yang menurutku ga aman. Padahal aku udah punya firasat dan bilang ke dia, please parkirnya jangan di depan jalan utama karena ini jamnya orang pulang kantor, lagian emang biasanya untuk parkir di jalan utama ada batas waktunya (ga sampai setengah jam). Namanya hubby, kadang suka ga sabaran. Kata dia,”Kita
kan cuma mau ambil kunci, paling cuma sebentar. Ya sudah!”
Engga tahunya, si manager cewek lagi sibuk, disuruh nunggu sebentar, ga lama dia muncul, eh terima telepon lagi, dasar bloody woman! Aku pun agak gelisah.
Selesai urusan administrasi dan dapat kunci, kami keluar gedung dan langsung masuk ke mobil. Namanya juga buru-buru, engga liat apa-apa lagi, tapi saat mobil berjalan beberapa km, aku meliat ada secarik kertas yang ditempel di kaca depan mobil. Kami pun bermaksud menepikan mobil, telat, angin kencang berhembus, maka kertas tilang itu pun terbang bersama angin. Ah…nasib…nasib…
Kata suami berusaha menenangkanku, “Don’t worry wife, please not freak up! Maybe we just need to pay about 100 $!” What 100 $ cuma buat keteledoran kamu yang ga percaya sama firasat istri. Udah berkali-kali kejadian seperti itu terjadi, intuisiku suka tepat dan dia ga nurut, coba kalau tadi nurut mau parkir di tempat aman seperti yang aku sarankan,
kan uang segitu ga melayang. Padahal aku pikir uang segitu
kan lumayan untuk dikirim ke Indo untuk pembayaran zakat dll. Hubby…hubby…ampun deh…your’s stubborn head is a very bad habit!
Wah my dearest blog…tahu-tahu udah jam 5 pagi nih, udahan dulu deh ya…MM
kan butuh waktu untuk istirahat sejenak, apalagi pagi ini punya janji sama dokter untuk melakukan monthly check up dan ultrasound. Wah mudah-2 an semuanya sehat ya (yang di perut happy walau ortunya lagi capek ngurus pindahan). Kira-kira adek bayi cowok atau cewek ya? Silakan tebak deh…cowok…cewek…cowok…cewek…ah nanti lagi deh pada penasaran
kan ?
TO BE CONTINUED…
Selamat datang pagi!
7 Responses to “THANK GOD YOU’RE HERE”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
aih, namaku disebut-sebut. what an honor. makasih ya. i do nothing loh. nun, gue usul blog lu font-nya digedein dong. gue bacanya dengan mata nyureng2 nih. trus kapan launching-nya? di jakarta kah? undang-undang yaaaaaa.
nuni……….semua blognya aku selalu aku baca. hebat…..!!! cepetan buku barunya diterbitkan.
nanti beritahu aku ya kalau sudah terbit.
biar aku bisa berkoar pada teman2.
soal mimpi…aku jarang mimpi.
soal susah tidur. aku itu kebo. gampang tidur. tapi kalau ada pikiran, ya..sama..susah tidur. tapi itu jarang2.
anaknya……….apa ya? anak bule…..! hehehehehehehe!
Mba Nuni, please deh!!! aku kerja di NEbula Mba, Ekky Imanjaya itu redkturku, dan Teh Ida adalah mentor sekaligus teman terbaikku. Kok bisa gini?..kok aku engga pernah denger kabarnya Mba Nuni?..Mba alumni kapan?..Kok kita engga pernah ketemuan?..Well, Allah has connect us with very strange and surprise way…
Im totally Shock Now…Hahahaha..I Love You
Bon, kok ma kasih segala sich …bukunya semacem “chick litt” ya, yg lagi “mode” di Eropa khan, konon di Inggris dan di Prc, lagi laku keras buku2 jenis chick litt ini.Kalo di sini bilangnya : litterature pour les “poulettes”, maksudnya jenis buku yg isinya pendek/enak dibaca, kosakatanya simple,lucu,friendly,bisa juga sarkastik, tapi khusus utk cewek aja, only for girls.
Kirim ke gue versi word nya yaa sebelum diterbitin. Apa lho ceritain juga kehidupan gue sehari2, hahaa, sewaktu gue dikerjain anak2 gue misalnya …atau pas palague uyeng2an krn merekaaaa …tapi selain itu juga gue bahagia juga krn mereka. it’s sure.
Dedek di perut senang, karena Mommy bentar lagi mau keluarin buku terbarunya. Dedek di perut udah jadi inspirasi dan pendorong semangat kali ya mba..tentu aja mas rayner juga…:) Aciiik, ada namaku. belum bisa bikin buku, ya numpang lewat dulu di buku orang. biar ketularan
Nun…, gue pasti beli buku elu deh… jadi penasaran… BTW, iya gue hamil 4 anak selalu terbangun jam 3 pagi persis!!! Mengherankan ya… kenapa juga jam 3 pagi persis! Terus..kadang bisa tidur lagi kadang enggak. Paling asik kalo pas hamil ada piala dunia, jadi ada yang ditonton pas bangun..hehehe…
Hebaat ya…elu…lagi perut buncit gitu bisa menghasilkan karya besar, bikin buku plus pindahan rumah…girl you have multi talented…. wah kayak gini elu bisa punya anak banyak tuh.. hehehehe….
Congrats Mba Nun…
Mudah2an peluncuran bukunya sukses deh..
Eh kapan dong bikin cerita tentang education anak2 indonesia….ditunggu yak