Hujan Es di Musim Semi
November 14, 2006 by indo-javanesegirl
Semingguan ini cuaca di
Melbourne bener-bener bikin warganya geleng-geleng kepala. Misalnya Minggu kemaren cuaca masih menyenangkan sekitar 25 derajat Celsius. Lalu Seninnya pun masih sama walau mulai drop menjadi 19 derajat Celcius tentunya tetep dengan angin dingin yang berembus kencang. Satu hari kemudian cuaca kembali membaik, walau cuma naik satu derajat Celcius tapi tidak ada angin dingin yang berembus dan langit pun tampak lebih cerah, bagaikan seorang gadis yang selalu tersenyum simpul. Aih…andaikan setiap hari seperti itu, enak ya beraktifitas tak perlu khawatir memikirkan cuaca.
Dan yang terjadi Rabu ini bener-bener di luar dugaan, aneh bin ajaib. Meskipun ramalan cuaca di televisi sudah memperingatkan hal itu tetapi yang terjadi bener-bener bikin kita pusing tujuh keliling. Dari pagi cuaca memang sudah tidak menentu, minggu ini diprediksi cuaca akan terus drop sampai akhir pekan, rata-2 antara 10-18 derajat Celcius.
Sejak pagi cuaca sudah menunjukkan tanda-tanda anomali (keanehannya). Pagi hari terlihat langit mendung, beberapa jam kemudian mulai muncul sinar mentari. Tapi sapaan sinar mentari tak berlangsung lama, karena siangnya mendung lagi dan mulai turun hujan rintik-rintik (shower).
Menjelang jam makan siang hujan terlihat berhenti dan kembali sinar mentari menampakkan wajahnya. Ah…leganya…mungkin aku bisa keluar malam ini bersama hubby menyaksikan pentas Seni Tari Cirebon yang digelar di panggung terbuka Melbourne Uni tersebut. Sayang pikir punya pikir, setiap rencana kita ternyata tak selalu direstui-Nya.
Tiba-tiba langit menjadi mendung kembali dan bahkan makin gelap. O…o…what’s going on? Yah, aku pun makin pasrah kala mengetahui hujan dan petir mulai menyambar-nyambar. Kali ini bukan rintik hujan lagi tetapi hujan lebat betulan plus petir dan angin dingin yang bertiup kencang. Sampai mau tidur siang (nap) pun engga bisa, saking takut dan berisiknya tuh ujan.
Bangun dari tempat tidur beberapa jam kemudian, hujan mulai mereda walau masih sedikit turun disertai angin yang bertiup kencang tapi langit udah terang kembali. Dan…waktu melihat ke halaman dari balik jendela. Waow…ternyata selama hampir tiga jam barusan sudah terjadi hujan es (bener-bener seperti es serut untuk es teler yang berwarna putih). Jarang kejadian seperti ini berlangsung saat musim semi, kalau winter sih masih normal lah yaw karena cuaca memang hampir setiap saat di bawah normal.
Aku nyalakan pesawat televisi untuk mengetahui breaking news tentang fenomena cuaca yang aneh ini. Dan benar adanya, sebuah stasiun televisi menyiarkan beritanya bahwa cuaca di
Melbourne hari ini bener-bener fenomena yang aneh. Empat musim berlangsung tak kurang dalam setengah hari (12 jam). Bahkan di berbagai wilayah sub urb (pinggiran) yang dekat dengan pegunungan Dandenong dilaporkan telah turun hujan salju dan hail (butiran es sebesar kelereng).
Siapa pun kita memang tak bisa memprediksi mother nature (alam semesta). Sang pemiliklah yang mengatur semuanya bisa berlangsung indah sekaligus aneh seperti itu. Inilah bukti kekuasaan-Nya. Dan manusia pun hanya bisa terkesima oleh segala perubahan yang belakangan makin sering terjadi di alam jagat raya ini. Yang pasti malam ini aku dan hubby gagal menyaksikan acara pentas Seni Tari Cirebon itu atau aku berharap panitia menunda acara tersebut karena cuaca yang tidak memungkinkan. Mudah-mudahan saja begitu ya. Kayaknya lebih enak stay at home bersama hubby menghidupkan penghangat ruangan sambil leyeh-leyeh minum air jahe dan menonton televisi karena sampai tulisan ini diturunkan (sore menjelang malam) hujan kembali turun disertai angin dingin yang menari-nari. Wah kalau engga lagi hamil besar asyik kali ye…dingin-dingin begini berduaan sama hubby ha ha ha.
Melbourne, Nov 06
3 Responses to “Hujan Es di Musim Semi”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Begitu sampe rumah hubby langsung meliat kebunnya di halaman belakang (backyard) alamak katanya (rekaan bininya -Red) “Aku maunya cuma hujan engga pake es (hail) seperti ini. Lihat wife beberapa tanaman kita hancur (strawberry, timun, mawar merahku) ihik ihik ihik…Oh kasian hubby udah susah-2 nanem hancur dalam sekejap oleh mother nature:(
Kata berita di TV, kejadian ini merupakan November terdingin yg juga pernah terjadi pada 12 tahun lalu. Konon cuaca di Antartika lah (angin dari Kutub Selatan) yang menyebabkan anomali ini terjadi. Melbourne memang memiliki topografi dan geografi yang unik. Meski 2 pekan lagi udah masuk summer (musim panas) toh malah hujan es yang terjadi. Walahuallam, Allah Maha Besar!
Sama say, disini jg sering ujan es. Pernah lg bobo siang ujan tp kok berisik banget, pas tha liat keluar ternyata es bo!!! untung kita gak jadi jalan2 keluar kl gak khan bisa bahaya tuh!!!
Iya Julie, herannya di hari yang sama hujan salju terjadi di Melbourne (VIC), Hobart (Tasmania) dan Canberra. Sementara di Sydney kering kerontang (orang-2 berendam ke pantai). Di Brisbane (Queensland) malah hujan badai.