It’s a Barbie Time!
November 21, 2006 by indo-javanesegirl
Memasuki musim panas (summer) yang gejalanya udah mulai terasa sejak pertengahan November ini –cuaca kadang menyengat dan kering –mulai berdatangan undangan dari teman dan kolega untuk datang ke acara ‘pesta barbie’ yang mereka gelar. Barbie di sini bukan berarti pesta boneka Barbie yang cantik rupawan itu, tetapi sebutan untuk acara barbeque-an.
Orang OZ sini –sama halnya dengan orang
Indonesia –memang hobi bikin idiom/singkatan/alias yang akhirnya jadi bahasa gaul mereka sehari-hari. Misalnya saja untuk menyebut resto cepat saji Mc Donald mereka menyebutnya dengan Makas, juga cewek lebih populer dengan sebutan chick, dll bahasa slank yang untuk orang pendatang baru mungkin sedikit membingungkan.
Balik ke topik semula, Minggu kemaren aku dan hubby diundang seorang teman (ibu-ibu
Indonesia yang udah menetap puluhan tahun di Melbourne) yang baru kukenal untuk datang ke acara Barbie yang dia gelar bersama teman-teman perkumpulannya di rumah seorang anggota. Setelah konsultasi sama hubby, apakah punya acara di Minggu yang panas itu akhirnya kita sepakat dateng ke acara Barbie dengan komunitas baru tersebut.
Biasanya tuan rumah yang menggelar Barbie hanya menyediakan segala macam daging (fish, chicken, beef, lamb) untuk dipanggang dan minuman ringan (bisa yang non alkohol (bloody virgin) atau yang beralkohol (bloody marry). Sementara tamu yang diundang tahu diri dengan membawa aneka penganan pelengkap lainnya dan dessert (bisa bertanya dengan tuan rumah mau dibawakan apa/menu apa). Berhubung siang itu panas sangat menyengat aku dan hubby sepakat membawa potatoes’ salad (he he he yang bikin sih hubby, berhubung dia lebih ahli dan menawarkan diri pula).
Wah…sampai di tempat kok masih sepi ya? Rupanya kita pasangan yang paling dulu datang. Loh gimana sih kan undangannya jam 12.30, padahal itu udah jam 12.45 (kita sengaja telat dikit untuk antisipasi) engga tahunya masih paling awal juga, tuh kan hubby sih engga percaya mentang-mentang udah laper kali, ini kan acaranya orang Indonesia walau mereka banyak yang married sama orang sini atau udah menetap lama di sini tetep aja yang hobbynya ngaret susah diubah (rata-2 gitu sih he he he). Kata hubby, wah kalo gini caranya susah dong untuk disiplin, he he he iya sih…).
Ya akhirnya kita membantu tuan rumah menyiapkan masakan. Tuan rumah yang cukup ramah itu (walau baru kenal) ternyata bikin sate dari aneka daging. Hubby ngobrol sama si suami yang bule OZ sedangkan aku ngobrol/bantuin sang istri yang keliatan sibuk banget itu. Pasangan kawin campur ini udah dikaruniai tiga anak yang cantik dan ganteng. Anak-anaknya pun baik dan lucu-2. Mereka tinggal di kawasan Burwood (agak jauh dari CBD dan udah masuk zone 2). Tapi rumahnya sangat asri dan punya view yang bagus. Dari ruang makan di lantai dua (yang berkaca besar) sepanjang mata memandang adalah pegunungan Dandenong yang indah. Cocok sekali kalau rumah yang nyaman ini dijadikan tempat untuk rendezvous (entertain teman dan sahabat). Apalagi walau sang istri berasal dari tanah Batak, interior rumahnya terasa teduh dengan dominasi interior khas Jawa. Kita serasa berada di galeri seni/show room seni di Sharinah Thamrin yang memang menjual aneka dekorasi dari seluruh nusantara itu.
Satu jam kemudian tamu-tamu yang lain mulai berdatangan. Sepertinya kebanyakan anggota organisasi perkumpulan warga Indonesia ini (di Melbourne ternyata banyak aneka jenis perkumpulan warga Indonesia, mulai dari orang Indonesia yang bersekolah lagi, bekerja, suami istri asli Indo atau pasangan campur –Red) beranggotakan pasangan senior kelas menengah atas baik itu yang menikah dengan orang lokal atau sesama Indonesia, makanya oleh salah seorang anggotanya aku disebut ‘anak kecil’. Untungnya istri si pemilik rumah (hanya lebih tua beberapa tahun dariku) juga tergolong si ‘anak kecil’ sehingga aku punya temen ngobrol yang selevel he he he. Ngomong-ngomong dengan perkumpulan ini, aku dan hubby sih sepakat lebih suka ‘nemplok’ ke
sana ke mari. Ke perkumpulan orang lokal oke, ke perkumpulan pasangan campur juga oke. Yang jelas banyak manfaatnya bergaul dengan berbagai jenis orang dari berbagai macam level.
O…rupanya ini kegiatan bulanan mereka, siang itu mereka menggelar rapat untuk mempersiapkan acara ultah organisasi tersebut sekaligus arisan bulanan (yang kalau dapet arisan bisa untuk ongkos pulang mudik ke Indo, asyik). Setelah itu ya acara makan-makan dan ramah tamah. Yang jelas, perutku kenyang banget, abis semuanya ‘masuk’ sih. Wah beruntung deh si dedek, selama hamil hampir semua makanan yang diimpikan sudah tercapai. Kemaren si mommy sampe kalap waktu makan asinan sayuran dan combro pedes yang dibikin seorang ibu. Thanks for that Tante! Si dedek mudah-mudahan engga ngeces nantinya he he he. Karena keasyikan ngobrol (hubby ama temen-2 barunya, aku juga dong sama ibu-2 itu) dan nonton performance anak-2 campuran yang spontan itu, akhirnya sekitar jam 5 sore aku dan hubby baru bisa pamitan.
Nah, Jumat ini insyaallah giliranku menjamu teman-teman kelompok pengajian ibu-ibu yang mau datang ke rumah dalam rangka syukuran kecil-kecilan untuk nujuh bulan si dedek. Sehari sebelumnya ibu di
Jakarta juga bikin ‘bancaan’ kecil-kecilan untuk tetangga sekitar. Sebenernya engga pede juga nih menyiapkan aneka masakan untuk ibu-ibu yang jago masak dan doyan makan itu. Apalagi mereka udah nanya-nanya, mau masak apa nih? Aduh…mudah-mudahan nanti sukses ya acaranya, ayo dedek bantu mommy dong jangan bangunin mommy malem-malem (setiap jam 3-4 pagi) terus, jadinya setiap pagi mommy loyo karena engga bisa tidur sampai pagi.
Dedek di perut belakangan sangat aktif bergoyang. Mudah-mudahan itu hanya gerakan dia untuk berputar menuju jalan ke tempat lahir. Soalnya kalau dia udah goyang, perut jadi keras, agak mules pokoknya enggak nyaman deh. Belom lagi gerakannya yang makin banyak (nendang-2), mudah-mudahan dedek sabar ya, mau menunggu neneknya dateng dulu dari
Jakarta baru deh lahir, amien. Ayo dedek, mudah-mudahan mendengar apa kata mommy. Jangan bikin mommy khawatir.
Mommy
kan pengen dedek lahir normal 9 bulan 10 hari. Lagian masih banyak kegiatan yang pengen mommy rampungkan –les ngaji, workshop dan undangan ini itu –dasar si mommy aja yang doyan kelayapan ya). Belom lagi awal Desember ini ada pesta tahunan di kantor suami yang kali ini agak besar-besaran karena memperingati 10 tahun keberadaan kantor itu. Biar pun perut lagi gede, mommy
kan pengen dateng ke pesta itu he he he. Ya udah deh…kita istirahat dulu ya…sambil dengerin musik.
Melbourne, Nov 06
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.