Pilih Party Atawa Sydney?!?
November 27, 2006 by indo-javanesegirl
Hmmm blog akhirnya apa yang aku khawatirkan bener-bener terjadi. Di saat yang bersamaan Rollypolly harus memilih salah satu dari dua kegiatan yang bisa dilakoni. Bedanya yang satu pergi bareng hubby (ke
Sydney ) tapi pasti akan membosankan, karena hubby
kan kerja (doing his business) di
sana , sedangkan yang satunya lagi sebenernya sih cuma seneng-seneng bareng temen-temen sekantornya hubby –yang dateng dari seluruh OZ — but minus hubby (bakal bosen juga
kan ujung-ujungnya).
Sebenernya aku udah dikasih tahu beberapa minggu lalu sama hubby, mungkin pesta tahunan kantor tahun ini –untuk merayakan ultah kantor, Christmas dan Tahun Baru –dia engga bisa hadir karena ada tugas ke
Sydney menggantikan si bos yang berhalangan hadir (maklum istri si bos baru punya bayi baru). Mungkin sang istri yang kerepotan mengurus tiga anak itu engga mau ditinggal suaminya beberapa hari ke
Sydney . Jadilah my hubby menggantikan tugas itu, hmmm nasib…nasib…. Kenapa sih engga nyuruh (delegasiin) ke staf yang lain? Kata hubby, karena yang terbiasa menangani business di Sydney ya cuma mereka berdua. Tapi pokoknya aku udah ngancam (wah sadis banget ya bininya), kalau nanti usia kandungan udah 9 bulanan aku engga mau ditinggal-tinggal sendirian di rumah. Takut….bayangin mules-mules tanpa hubby…
Ya begitulah nasib Rollypolly, disuruh memilih antara dua option itu. Setelah dipikir-pikir aku milih stay at home dan ikutan party bareng temen-temennya hubby. Sementara itu, mungkin karena si bos merasa engga enak hati (kali), dia sama istrinya yang orang Jepang itu udah menawarkan diri untuk menjemput dan mendrop Rollypolly untuk datang ke pesta bersama mereka. Tapi
kan tetep aja engga enak, masa ibu hamil –plus perut buncitnya –dateng sendirian ke pesta tanpa suami? Ah cuek aja deh…yang penting happy! Soal nanti itu gimana nanti. Yang penting party!!! Abis daripada ke
Sydney cuma bisa bengong di hotel, nunggu sampe sore saat hubby selesai beraktivitas baru bisa keluar bareng untuk dinner atau sekadar jalan-jalan di sekitar hotel. Apalagi aku masih asing sama
kota satu ini dan engga merasa feel at home karena beda banget suasananya dengan
Melbourne yang kata orang memang lebih nyaman untuk menjadi tempat tinggal.
Masalahnya Rollypolly
kan orang yang penakut (apalagi kalau malem). Dulu sih waktu tinggal di apartemen agak lumayan, tetangga deket dan sistem keamanan cukup bagus serta terjamin (ada pagar yang pake remote control untuk membukanya). Nah sekarang?
Ada jarak yang lumayan antara rumah yang satu dengan yang lain, Rollypolly juga belum banyak mengenal semua tetangga, apalagi model rumah di sini yang kebanyakan tanpa pagar, walo udah mengunci pintu dari dalem tetep aja ada perasaan takut. Meski kata orang, tingkat kriminalitas di sini engga tinggi seperti di
Indonesia , tapi
kan yang namanya ‘sendirian’ tetep menakutkan!
Alhasil Rollypolly udah bikin janji sama seorang temennya agar Jumat malam nanti boleh nginep di rumahnya. Sabtunya pulang ke rumah untuk siap-siap datang ke pesta dan menunggu jemputan bos si hubby. Nah malemnya gimana ya? Yah terpaksa deh bela-belain engga tidur sambil siap ancang-ancang…eng…ing…eng…Mudah-mudahan sesuai jadwal, Minggu siang hubby udah balik ke
Melbourne lagi sehingga Rollypolly bisa ‘bales dendam’ tidur seharian. Di rumah baru ini kalau sendirian –walau di siang hari pun –Rollypolly engga bisa tidur siang (nap). Ada aja yang bikin ‘terbangun’, seperti burung-burung yang berisik lah (bikin sarang di pohon) dan angin yang bertiup serta berbunyi ‘aneh’ itu. Oh…ternyata…
Kalo begitu sebelom Sabtu Rollypolly harus beli baju baru nih (maklum baju-baju pesta yang lama udah engga muat lagi). Boro-boro lolos masuk ke pinggang, sampe ke paha aja tuh baju udah pada sesek…sek…Alamak, mesti modal nih, seperti kata saran temenku, mungkin aku akan cari ball gown yang cocok untuk orang hamil. Sepatunya? Ah…ngomong-ngomong engga punya sepatu warna emas (glitter) nih. Hmmm kenapa juga sih pestanya mesti bertema dan pegawainya+istri mesti ber-dress code tertentu –cewek bernuansa glitter, cowok jas+tuxedo. Mungkin alasan seperti ini yang bikin hubby milih pergi tugas ke
Sydney . Dia
kan emang engga suka hura hura dan pesta, apalagi mesti ber-dress code yang aneh-aneh, wong kalo di rumah lebih seneng pake short pant sama t-shirt doang dan berkebun! Makanya kalo ada undangan apapun bininya yang sibuk dandanin (kata hubby, hmmm…nasib…nasib punya bossy wife).
Yah…yang penting permintaanku untuk beli baju dan sepatu baru udah disetujui hubby, walau dengan embel-embel, “Don’t be crazy!” Emang gue pikirin, ini
kan kompensasi dari dua pilihan yang tidak enak itu he he he ….dasar naughty wife (kata hubby). Mudah-mudahan saat pesta nanti, aku bisa enjoy ya. Soalnya aku bakalan single fighter nih. Kalau mereka yang dateng berpasangan bisa menari (dansa) bersama di ball room dengan iringan musik yang lengkap itu, kayaknya tahun ini aku cuma bisa jadi penonton yang baik. Eh engga papa kok,
kan ada ‘temen kecil’ di perut yang setia dengan mommy-nya ke mana pun mommy pergi.
Aku lumayan penasaran sama pesta kali ini. Tahu dong Rollypolly
kan jenis orang yang pengen tahu apa aja dan suka penasaran. Nah kebetulan pesta kali ini emang beda. Bayangin aja –sesuai guide book yang diedarkan sejak September lalu –pestanya bakal meriah karena mengundang seluruh pegawai dari branch office di seluruh OZ. Soal tempat, lagi-lagi dibikin ‘istimewa dan rahasia’ sama panitianya. Sampai detik terakhir, semua staf tidak mengetahui di mana pesta akan digelar, di buku petunjuk hanya diberi clue, pesta akan digelar di sebuah tempat yang merupakan salah satu Landmark
kota Melbourne . Untuk menjaga tetep rahasia, pegawai dan pasangannya hanya boleh membawa mobil sampai di kantor –di jantung
kota Melbourne –setelah itu bakal ada bis khusus yang menjemput dan mengembalikan mereka ke tempat semula. Tetapi khusus pegawai yang pasangannya hamil besar seperti Rollypolly sang suami/partner diizinkan membawa mobil sampai ke tempat pesta, walau harus sabar mengetahui tempat pesta pada detik-detik terakhir juga. Dasar bule…ada-ada aja!
Maka kita pun cuma bisa menebak-nebak di mana ya pesta akan berlangsung? Nah asyiknya lagi, untuk pegawai yang dari luar
Melbourne panitia juga menyediakan tiket pesawat terbang dan penginapan selama 2 hari untuk mereka. Wah kalo dipikir-pikir spend lots of $ ya! Tetapi sudahlah itu uang mereka, kalau pegawainya sih maunya dana yang berlebih itu untuk nambah salary mereka aja, he he he…tapi tetep ada party (yang engga usah gede-gedean seperti ini). Ah itu urusan mereka dan big boss kali ye…So, let’s go to the party! All night long (itu kata Lionel Richie loh).
Note: Ternyata Minggu (3/12) malam ada undangan lagi, kali ini yang mengundang Ikatan Warga Indonesia di Victoria dalam rangka memperingati ulang tahun ke-40 organisasi tersebut. Wah gimana ya? Aku
kan udah diwanti-wanti untuk datang sama salah seorang pengurusnya, katanya mau dikenalin sama anggota yang lain padahal aku
kan belum jadi anggota? Tempatnya di Turkish restaurant yang sebenernya engga jauh dari rumah. Tapi sayangnya hubby udah kasih ‘warning’ “You’re pregnant naughty girl. You need to take a rest!” Tapi kalau yang menjalankan plus yang di perut oke-oke aja gimana dong? Pusssssiiiiiinnnnggggg…
Melbourne, Late Nov 06
3 Responses to “Pilih Party Atawa Sydney?!?”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Have a fun party, Nuni. Btw, hubby kerja dimana? Seems a lot of parties ya … Enjoy it! Kapan rencana melahirkan? :))
Hi Titin, thanks ya….yah beginilah nasib ibu-ibu yang lagi doyan pesta (menikmati idup) he he he…Hubby kerja di perusahaan konsultan (IT, Management, Coorporate Law namanya Acumen Alliance). Tapi dia khusus yg nanganin divisi IT-nya. Kalo menurut due yg dari dokter sih awal Februari melahirkannya, doain ya lancar-2 aja say…Gimana kamu sendiri di Swedia, lagi sibuk apa?
Thank God! Sepertinya doaku terjawab:) Hore…hip hip hura! Rencana hubby ke Sydney akhirnya di-cancel…dengan demikian Mommy+ si kecil di perut bisa ke pesta bareng Daddy:) Asyik…