A Busy Week End
December 17, 2006 by indo-javanesegirl
Akhir pekan kemarin bisa dibilang sebagai hari-hari sibuk –mungkin tepatnya sok sibukJ– bagi aku dan hubby. Sabtu kemarin setelah mendapat telepon dari teman (seorang jurnalis dari
Jakarta yang akan meliput konser Roby William di Melbourne) maka aku harus berpikir cepat untuk mengubah rencana semula yang sudah disiapkan untuk dilakukan pada pekan itu. Sabtu siang itu sebenarnya aku dapat undangan barbeque dari teman-teman Jepangku yang juga mantan teman sekolah di sini. Mereka udah merencanakan acara tersebut sejak sekitar sebulan yang lalu by e-mail.
Sebenarnya aku dan hubby agak malas juga untuk datang, karena kami pun punya acara sendiri mau belanja untuk keperluan ‘si kecil’ dan setelah itu nonton film di bioskop atau stay at home sambil menikmati akhir pekan bersama (nonton DVD). Namun ketika aku menyampaikan soal kedatangan teman dari
Jakarta itu, ternyata hubby tak berkeberatan dengan usulku. Malah dia menyarankan agar kami menjemput temanku yang menginap di sebuah hotel di kawasan CBD, mengajaknya lunch dan juga menuruti kemauanku untuk ‘mampir’ mengunjungi teman-teman Jepangku sekadar untuk mengucapkan say hello. Maklum aku udah lama tidak bertemu dengan mereka dan partner masing-masing.
Jadilah acara belanja dan nonton film/DVD yang udah direncanakan itu ditunda, terima kasih banyak untuk yang di perut yang selalu ‘mengerti’ kedua orangtuanyaJ Bahkan seharian itu dia yang biasanya aktif ‘usreg’ di perut pun, hari itu cukup kalem engga banyak gerak, sikut sana sikut sini, kali diam-diam ikut menikmati ya he he he.
Biasa ngobrol dan berkomunikasi by internet bikin obrolan aku dan teman tersebut cukup lancar. Segala macam topik pun meluncur. Kadang hubby ikutan nimbrung. Hmmm, udah lama juga kami engga kedatangan ‘tamu’ dari
Indonesia . Makannya senang juga kalo bisa menjamu atau istilah suamiku meng‘entertain’ mereka.
Untungnya temanku tak keberatan ketika diajak mampir ke lokasi barbeque-an teman-teman Jepangku. Lokasinya di pinggir sungai Yarra (sungai yang membelah
kota Melbourne ). Jangan bayangin kondisinya sama dengan sungai di
Jakarta ya. Sungai Yarra –walau kata orang sini kotor airnya (berwarna kuning) –menurutku cukup terawat. Di pinggir/tepian sungai memang dibangun trotoar besar berikut meja-meja dan kursi dari batu serta sarana untuk barbeque-an yang gratis untuk umum.
Pengunjung tinggal membawa daging/ikan/sayuran untuk di grill/panggang di tempat barbeque tersebut. Kalau mau bikin suasana lebih akrab ya bisa membawa bangku atau tikar dari rumah, alat musik, minuman (ringan dan alkohol), buah-buahan dan lain-lain. Pokoknya suasananya memang asyik untuk tempat berkumpul, bahkan siang itu ada sekelompok orang yang sedang merayakan ultah temannya plus acara tiup lilin. Apalagi di sekitar sungai ditanami tumbuh-tumbuhan yang rindang. Buat yang hobi pipis (beser) beberapa toilet buatan –yang bersih –tersedia di sepanjang tepi trotoar.
Kebetulan lokasi barbeque ini juga berseberangan dengan taman luas Botanical Garden yang terletak di tengah
kota .
Taman seperti Kebun Raya Bogor ini juga selalu penuh bila summer tiba. Berbagai kegiatan bisa dilakukan di taman ini mulai dari jogging, jalan santai, bersepeda, barbeque, dll (termasuk pacaran). Di tengah taman ada danau besar dan restauran. Setiap summer ada kegiatan moonlight cinema, nonton film dengan harga tiket yang murah di bawah sinar rembulan. Wah, asyik deh –terutama buat yang baru jadian –sangat romantis suasananya, kita juga boleh bawa selimut, bantal, bangku, tikar dan makanan/minuman dari rumah sambil nonton film-film seru. Pokoknya serasa di mana gitchu…
di Alexander Street
Selesai basa basi sebentar dengan teman-teman Jepangku aku pun pamit pulang karena tak terasa udah menjelang sore hari. Padahal aku udah janji pengen mengajak temanku ke rumah. Eh di perjalanan pulang kami masih harus mampir untuk belanja mingguan. Sorry friend…diajak belanja dulu nih. Untungnya temenku pengertian juga he he he (mudah-mudahan).
Sampe di rumah –seperti biasa –hubby memperlihatkan aneka tanaman di kebunnya. Sepertinya dia senang kalau tamu-tamu yang diajak me-(lihat kebunku penuh dengan bunga) –eh kebunnya deng –ikut juga menikmati. Kata orang hubby memiliki green hand (bertangan dingin). Makannya apa yang ditanamnya insyaallah tumbuh berkembang. Tiga bulan lalu kami belanja aneka tanaman sayuran, buah-buahan dan bunga itu masih dalam bentuk bibit-bibit di pot kecil, namun saat ini tanaman itu sudah tumbuh menjulang, bahkan beberapa seperti tomat dan cabai udah terlihat tanda-tanda akan berbuah. Kalau herb seperti basil, parsley dan rosemary sih udah sering aku gunakan untuk memasak.
Setelah dinner dengan menu Burrito (Mexican food) yang disiapkan hubby dan dilanjutkan dengan ngobrol
sana sini tanpa terasa waktu terus merayap dengan cepat. Padahal langit masih terang walau jam udah menunjukkan pukul 9 malam, sayang temanku harus pulang kembali ke penginapan, sehingga dia pun pamit. Wah ternyata hubby bisa ngobrol juga. Kalau temanya menarik dan yang diajak ngobrol ‘nyambung’ hubby memang betah ngobrol. Aku suka meledeknya sebagai sang ‘pejantan tangguh’ karena celetuk teman-teman yang suka bilang kepadaku, he can do everything setelah mereka ngobrol dengan hubby soal apa pun. Iya sih hubby bisa masak, teknik (komputer/mobil/mesin), building, berkebun, mancing dll. Tetapi kata hubby ada tiga hal yang belom pernah dicoba selama hidupnya yakni menjahit, menyanyi (di depan umum) dan nyetir pesawat terbang.
Minggu pagi, aku dan hubby harus ke rumah sakit untuk mengikuti workshop terakhir bagi para parent to be. Workshopnya bakal seharian dari pagi sampai sore. Kegiatannya memang cukup padat, dari mendengar ceramah yang disampaikan suster, dialog (tanya jawab), simulasi, nonton video (melahirkan, breastfeeding) dan tour melihat ruang melahirkan dan ruang perawatan pasca melahirkan.
Hmmm, dasar masih pada calon (ayah dan ibu) pertanyaan yang diajukan pun aneh-aneh dan kadang bikin geli. Untungnya suster yang jadi presenter cukup ‘sabar’ dan ramah. Yang agak heboh ketika kami melihat video tentang aneka cara melahirkan (normal/cesar) dan pengetahuan tentang cara menyusui.
Ada beberapa orang (terutama laki-laki) yang cekikikan ketika melihat gambar-gambar ‘polos’ tersebut di televisi. Belum lagi respon mereka melihat polah dan
gaya lucu para ibu yang panik menjelang melahirkan tersebut. Walau ada pula yang terlihat sembab (terutama perempuan) karena terharu.
Padahal nanti pas waktunya tiba, konon banyak pula di antara kaum Adam itu yang engga punya nyali meliat darah atau memilih ‘kabur’ tidak mendampingi istrinya ha ha ha…sekarang aja masih bisa ketawa-ketawa, coba buktikan nanti! Tapi di akhir acara banyak peserta (pasangan) yang ‘terpesona’ oleh video tentang kelahiran –dengan penyajian yang menarik plus musik yang menyentuh –kala melihat sosok-sosok lucu, menggemaskan dan innocent itu akhirnya terlahir selamat ke dunia lewat usaha keras sang ibu yang telah berjuang mempertahankan hidupnya demi sang buah hati tercinta. Really, they are the biggest miracle!
Sorry hubby, kalo malemnya selepas dinner Rollypolly langsung tidur (eh pura-pura tidur deng) karena perlu recovery abis beraktivitas selama dua hari yang cukup melelahkan untuk ukuran ibu hamilJ Padahal baru jam 7 an dan sebenernya aku masih merasakan hubby berusaha ‘colak-colek’ ngajak nonton DVD bareng. Ato jangan-jangan mau ngajakin ‘yang lain’ nih? Kacian deh…selama hamil harus bersaing dengan ‘makhluk’ yang ada di perut. Kalo dulu mah hayuk aja, siap tempur setiap saat, sekarang sih lebih banyak mikirnya dong meski horny sebenernya jalan terus ha ha ha…Opsss sorry ya, bagian yang terakhir ini cuma boleh dibaca untuk mereka yang udah berumur 18 tahun ke atas! Sensor deh! Hmmm, mungkin malem ini kali ye kalo Rollypolly punya mood…ha ha ha.
Melbourne
, Dec 06
5 Responses to “A Busy Week End”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
wahh..wahhh konsumsi 18 tahun ke atas nih… mbak nuni semoga sehat selalu, ya, sama your baby. en buat hubby..sabar…,ya…he..he…
eh, ehm. tamunya yangdatang dari jakarta tuh siapa siy Jeng?
He he he, sorry kelupaan, abis takut diprotes sih kalo sebut nama! Untuk Sandra Kartika (itu loh wapemred-nya Teen Magazine) selamat jalan (kembali ke Jakarta) ya! Sayang di sini elo cuma sebentar banget, jadinya ga bisa ubeg-ubeg Melbourne! Next time kalo ke sini lamaan ya Bu!!!
Halo nuni, ini dewi di Jerman salam kenal ya ,ini nuni yang sering kirim artikel di koki ya…
Hmmm, he he he…iya Dewi jadi ketauan deh (abis ga hobby pake nama alias sih):)
Salam kenal balik ya!