A Time Machine
December 28, 2006 by indo-javanesegirl
December just remain a few days, but we still asleep in ‘the cool’ day. Until something makes us consider, then we thinking how times is so fast running and so short. That’s a normal daily shocker which looks like a human habit! Poor man!
Ya begitulah sebagian besar dari kita. Tahu-tahu sadar bahwa waktu terus bergerak cepat manakala kejadian satu demi satu melintas di depan mata. Yang dulunya masih kecil sekarang tiba-tiba udah besar, malah udah bisa bikin anak pulaJ. Lantas orangtua yang dulu masih kuat sekarang udah mulai sakit-sakitan. Tapi sayang, manusia masih sering terlena oleh waktu!
Saya sendiri pun tiap memasuki bulan Desember, kadang merasa diburu-buru saja. Perasaan (main perasaan nih ye) belum banyak deh mengisi hari-hari ‘indah’ selama 365 hari itu dengan kegiatan yang konon udah ada dalam schedule. Bahkan resolusi yang dibuat setahun sebelumnya pun belum semuanya terlaksana ha ha ha. Maka itu saya seperti dikejar deadline saja, padahal udah engga berkecimpung di dunia jurnalistik yang tiap detik adalah sangat berharga!
Di OZ sini setiap Desember ada beberapa kegiatan tahunan yang bisa dibilang sebagai penanda bahwa waktu terus bergulir. Biasanya sejak tgl 1 Desember toko-toko sudah sibuk mempersiapkan diri dengan segala keperluan
Natal . Belum lagi pesta-pesta tahunan yang digelar oleh kantor dan instansi pemerintah/swasta untuk menyambut
Natal dan Tahun Baru.
Sehari selepas
Natal ada Boxing Day. Konon Boxing Day ini selain hari untuk membuka kado (box) juga hari yang ditunggu-tunggu oleh para Shopaholic (pecinta belanja). Soalnya setiap tgl 26 Desember itu hampir semua toko di OZ menggelar diskon gede-gedean. Kadang diskonnya bisa sampe 50-70 %. Nah karena tergiur diskon dan lain sebagainya, juga mungkin untuk mengisi libur akhir tahun, biasanya toko-2 terkenal/department store udah ditongkrongin para penggila belanja tadi sejak fajar menyingsing. Dan…ketika pintu dept store dibuka, berhamburan lah para komsumer mania tersebut. Pemandangan seperti ini nyaris terjadi hampir di setiap state di OZ.
Saya sendiri belum pernah menikmati Boxing Day, abis ga usah nunggu tgl 26 Desember pun saya udah tahu toko-2 mana aja yg doyan gelar diskon. Lagian kalau belanja di hari itu bukan kenikmatan yang diperoleh, tapi kesengsaraan. Bayangin aja, kita harus antri membayar di kasir yang panjangnya bukan main belum lagi melihat banyak orang yang berebutan barang yang ditaksir. Alamak…bisa-bisa makhluk yang di perut protes nih, minta keluar, enggak ku ku lah yawJ Ya udah cerita Boxing Day nya udah sampe situ aja ya. Kita juga sama kok punya tradisi yang sama menjelang Lebaran atau
Natal , yah kira-2 suasananya sama seperti itu kok (suk suk an…ini bahasa Jawanya)
Apalagi penanda waktu yang cukup ‘ngejreng’ di OZ ya? Oh mungkin acara olahraga bernama The Ashes. Turnamen/kejuaraan cricket ini memang baisanya digelar selama akhir Desember. Tahun ini kebetulan digelar di
Melbourne sejak 26-28 Desember. Yang bertanding tahun ini tim
Australia VS
England . Selama 3 hari itu rupanya
Australia menang telak 3-0 makanya banyak yang bilang, sukses ini sebagai The Perfect Result or The Australian Victory.
Tapi yang lebih penting lagi, tahun ini ada hal yang bikin istimewa karena salah satu icon atlet cricket Australia Shane Warne memutuskan untuk mengakhiri kariernya di bidang tersebut yang telah mengantarkannya menjadi bintang besar dunia. Selama 3 hari itu Shane pun mampu melakukan 999 international wicket (lihat deh artinya di Wikimedia atau Google biar ceritanya ga kepanjangan nih). Makanya selama 3 hari itu disebut Warne’s Day.
Di sini atlet yang hebat memang seperti selebriti, dipuja banyak orang, sepak terjangnya menjadi bahan berita di berbagai media. Apalagi Warne adalah atlet terpopuler di OZ saat ini. Mungkin alasan itu pulalah yang bikin banyak anak kecil pengen menjadi atlet kalau udah besar, abis dielu-elukan terus sih. Apalagi mereka sangat cukup dengan limpahan materi (biasanya sih punya rumah dan mobil mewah di mana-mana), istri/partner yang cantik rupawan dan masa depan yang gilang gemilang, artis aja sih lewat. Sedih juga ya kalo kita bandingin dengan kondisi yang terjadi di Tanah Air. Banyak atlet yang berjaya cuma sekejap mata, setelah itu biasanya habis manis sepah dibuang. Belum lagi membayangkan masa depan mereka yang kadang tidak seindah masa jayanya. Mungkin ini yang bikin dunia olahraga kita sampai sekarang terpuruk alias diam di tempat meski ada alasan lain yang tak kalah penting, seperti pembinaan atlet sejak dini dll (tambahin sendiri yahJ)
Tambahan lagi, soal atlet besar OZ, baru-baru ini juga ada atlet renang kaliber dunia Ian ‘Torpedo’ Thorp yang mengundurkan diri di kala usia masih terbilang muda (pertengahan 20 thn an). Karena sering didera cedera berkepanjangan dan prestasi yang menurun, Ian memilih mundur dari dunia renang yang mengantarkannya meraih beberapa kali medali olimpiade itu. Tapi lepas dari renang, udah banyak tempat yang bakal menampungnya seperti menjadi pelatih renang, artis, entertainer, model hingga peragawan. Hebat ya!
Ok deh, sebelum menutup akhir tahun yang penuh dengan segala kejadian manis dan pahit ini, engga ada salahnya kalau kita merayakan pergantian tahun bersama keluarga dan teman dekat. Di OZ untuk tahun ini pemerintah lagi-lagi coba berbuat baik (merayu warganya) dengan menggelar New Year Eve Celebration yang mengusung tema ‘Free Family Entertainment’. Khusus di Melbourne acara akan dipusatkan di CBD. Rencananya akan dibangun 6 panggung utama hiburan yang diisi dengan kegiatan life music, carnaval dan puncaknya menonton kembang api di sekitar sungai Yarra. Yang bikin warga senang, pemerintah memberlakukan free public transport pada tgl 31 Desember itu mulai dari pukul 3 siang sampai pagi keesokan harinya. Dan untuk para alcoholic, agaknya harus puasa selama sehari itu karena akan diberlakukan pula peraturan alcohol free. Hebat euy!
Sayang, untuk tahun ini saya dan hubby (sebenernya cuma hubby) memutuskan tidak merayakan tahun baru bersama teman-2 di city. Biasanya seperti yang sudah-2, selepas dinner bersama kita mendengarkan life music dan setelah itu menyaksikan atraksi kembang api yang menari-nari dengan indahnya di langit. Setelah itu pulang ke rumah masing-2 dalam keadaan mengantuk berat. Maka dengan berat hati pun ajakan teman-2 terpaksa ditolak dengan alasan, “Sorry friends my hubby takut dan engga mau nanggung risiko, mengingat peyut bininya yang udah super endut itu, jadi gue sebagai istri yang patuh ya nurut aja he he he.” Dan teman-teman pun tertawa mendengar alasan itu ha ha ha. Padahal kondisi cuaca di malam tahun baru itu menurut ramalan cuaca di TV lumayan bagus (di bawah 30 C, bandingin tahun lalu yang sampe 40 C). Yah…nasib…nasib…ga papa deh sekali-kali malam tahun baruan di rumah aja he he he…
FOR ALL MY FRIENDS IN FRIENDSTER, “HAPPY NEW YEAR 2007. I HOPE YOU WILL GET SUCCESS IN EVERYTHING DURING THE WHOLE YEAR!”
SALUTE, NUNI AND RAYNER AND THE COMING SOON BERGERJ!
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.