Ganasnya Bushfires…
December 14, 2006 by indo-javanesegirl
Kalau di Indonesia saat ini sebagian warganya lagi cemas karena harus siap-siap menghadapi datangnya bencana banjir, di OZ sini justru sebaliknya. Sepertinya udah menjadi hal yang lumrah kalau setiap summer (musim panas) terjadi kebakaran hutan yang istilah kerennya bushfires.
Dulu waktu saya masih ‘nguli’ dan mengambil mata kuliah tentang Sejarah, Budaya dan Politik
Australia , dosen bule saya yang native itu juga sempat menjelaskan panjang lebar soal fenomena ini. Saat itu –karena belum tahu/mengalami langsung –saya tidak merasakan dampak yang akan ditimbulkan cukup dahsyat. Tapi sekarang karena melihat sendiri kejadiannya, memang sangat menakutkan. Bagaimana engga, kalau angin bertiup besar dan cuaca terus tinggi (di atas normal) sering sekali di atas 30 derajat, dikhawatirkan kebakaran hutan ini akan merembet ke mana-mana.
Konon kata para ahli, hutan di
Australia memang rentan dan rawan akan bahaya kebakaran satu ini. Di daerah pedalaman/country/bush memang banyak hutan alam dan buatan (lindung) yang ditumbuhi pohon-pohon dari keluarga Eucalyptus (kayu putih). Pohon jenis ini kabarnya memang mudah mengalami kebakaran karena getah yang ada di batangnya (mediator yang bagus), plus gesekan antar daun karena angin panas selama summer. Jadi tidak seperti di
Indonesia yang memang sengaja dibakar untuk diambil kayunya (illegal lodging).
Di OZ sini, kalau summer memang bener-bener panas. Mungkin kalau
Melbourne agak lumayan, kadang walau pagi-siangnya panas terik, sorenya –karena pengaruh angin dingin dari Antartika (Kutub Selatan) –suhu udara bisa turun (bahkan kadang drastis). Seperti yang terjadi Minggu lalu, sejak pagi suhu udara udah terasa panas yang mencapai puncaknya sekitar 37 C. Eh tahu-tahu sore harinya udah berubah –menjadi sejuk –karena tiupan angin dingin dari Antartika itu.
Sementara daerah lain seperti
Northern Territory dan
Queensland memang biasanya suhu udaranya sering di atas rata-rata selama summer tanpa mendapat selingan tiupan ‘angin dingin’ seperti yang terjadi di Melbourne. Kontur/land schappe kota Melbourne memang unik, selain merupakan perpaduan antara pegunungan dan pantai, kota ini terletak di bagian selatan benua Kangguru yang sudah termasuk dalam iklim subtropis, karena itu penduduknya maklum kalau kota ini sering mengalami 4 musim dalam waktu sehari, That’s Melbourne, kata orang sini.
Kembali ke bushfire tadi, kolega hubby –yang juga bos/CS-annya itu –agak-agak khawatir kalau bushfire bakal terus merembet/sulit dipadamkan. Masalahnya rumah si bos ini yang terletak di luar
kota (indah banget bayangin aja Puncak Bogor) memang dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP) bushfire di wilayah negara bagian (state)
Victoria . Tahun ini kebakaran hutan selama summer di Victoria banyak terjadi di kawasan hutan di bagian Timur Laut
kota Melbourne . Sudah hampir seminggu ini pemadam kebakaran, volunteer dan warga setempat berusaha memadamkan api yang kian membandel dan menuju ke kawasan perumahan penduduk karena embusan angin yang cukup kencang dan jarangnya turun hujan.
Maka si bos pun sudah siap ancang-ancang kalau memungkinkan dia akan ikut menjadi volunteer agar kebakaran hutan yang merusak ekologi itu segera berakhir. Hubby pun yang katanya punya sertifikat sebagai volunteer pemadam kebakaran di negaranya (NZ) akan ikut membantu. Kata dia, kasihan juga kalau bencana ini terus berlanjut, bukan aja manusia yang menjadi korban tetapi juga binatang yang selama ini menjadi bagian dari habitat hutan tersebut. Pohon Eucalyptus adalah tempat tinggal dan sumber makanan untuk hewan-hewan khas
Australia yang sudah menjadi ICON, seperti Kangguru, Koala, Burung Kokabura dsbnya. Jadi kalau habitat ini musnah mau ke mana lagi mencari teman-teman lucu tersebut? Jangan-jangan cuma bisa melihatnya melalui gambar?
Ah…aku harap, bencana ini segera berakhir. Dan mudah-mudahan saat tahun baru –yang tinggal sebentar lagi di muka –cuaca akan lebih menyenangkan/bersahabat. Jangan seperti tahun lalu, ketika orang tumpah ruah di jalanan untuk menyambut datangnya tahun baru cuaca sangat tidak mendukung, karena suhu udara mencapai angka 43 C plus embusan angin gurun (dari
Northern Teritory ) yang panas itu (pokoknya serasa di gurun deh, panasnya minta ampun). Apalagi menjelang pergantian tahun selain ada Natal (untuk kaum Kristiani) umat Muslim juga akan merayakan Idul Adha, semoga cuaca mendukung sehingga kita nyaman beribadah, amien.
Melbourne
, Dec 2006
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.