The Real “Sentuhan Kalbu”
December 10, 2006 by indo-javanesegirl
Ah…engga rugi rasanya jauh-jauh datang ke Monash Uni –yang cukup menjauh dari CBD itu –demi untuk mendengarkan kuliah/ceramah umum yang diberikan Prof Quraish Shihab. Menurutku, mantan Menteri Agama di zaman Orba ini memang bener-2 ‘bapak’ bersahaja dan ahli tentang Islam (termasuk hukum-2nya).
Tema yang diusung dalam kuliah kali ini tentang kehidupan kaum muslim di negeri sekuler (Barat). Tapi dasar moderatornya yang pinter –dan agak keblinger –akhirnya merembet juga ke tema-tema sensitif yang sedang ngetop di Tanah Air kita yang konon mengalahkan berita-berita tentang kesusahan dan kesulitan yang sedang dialami saudara-2 kita seperti di Poso, Sidoardjo, daerah rawan gempa, dsb-nya.
Wah baru kali ini aku bisa bertatap muka, bertanya dan berfoto langsung dengan beliau dan istrinya. He he he (norak juga ya), padahal waktu di
Indonesia kesempatan untuk itu juga ada, tapi herannya keinginan untuk mendengar ceramahnya secara langsung biasa-biasa aja tuh. Sementara kini setelah tinggal di negeri orang justru seneng (bersemangat) kalo diajak mendengar ceramah dari orang-orang hebat asal negeri sendiri (siapapun dia). Yah, begitulah manusia, selalu saja ada hal-hal yang bikin dia (akhirnya) tersadar (itu pun kalo masih punya kesadaran loh he he he).
Pemaparan yang diberikan beliau sangat mengena baik itu di nalar, hati dan pikiran kita (mudah-mudahan bener ya). Karena pendapat yang sama juga dilontarkan seorang teman jalan-jalanku yang kebetulan udah bergelar hajah. Setidaknya isi ceramahnya cukup universal, kaya akan nilai-nilai humanisme dan bisa diterima siapapun termasuk mereka yang nonmuslim. Intinya, menurut beliau, Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan mengutamakan jalan damai. Sehingga setiap muslim sudah selayaknya memberi citra ‘baik’ kepada setiap orang siapa pun dia. Wah, kalau saja semua orang memahami ajaran-ajaran yang diberikannya, mungkin tidak ada coreng moreng antar umat bahkan antar penganut agama yang berbeda-beda itu.
Setidaknya sebagai orang awampun kita ‘mengerti’ akan apa yang menjadi garis besar ceramah siang itu. Selain bahasanya mudah dipahami juga banyak contoh-contoh menarik yang diberikan beliau dalam menjelaskan sebuah masalah. Ah…kalau begini rasanya kita yang baru belajar pun akan merasa tentram, nyaman dan damai dengan segala pilihan yang kita putuskan.
Semoga di masa depan lebih banyak ulama dan ahli agama kita yang benar-benar mengerti akan ‘kebutuhan’ umat. Dan semoga pula para ‘teladan’ dan tokoh panutan itu tak sekadar hanya pandai di ‘ucapan’ tetapi juga konsisten dengan ‘langkah’ sehari-hari mereka. Semoga ada penerus Bapak Shihab lainnya yang berdakwah bukan sekadar untuk masa kini tetapi juga ‘pandai’ melihat ke masa depan. Tak sekadar berpikir untuk jangka pendek, tetapi juga memikirkan Islam sebagai agama yang bercitra baik, damai dan menjadi contoh untuk umat-umat lainnya.
“Jangan kita lebih serius dari pada Tuhan, sementara Tuhan tidak butuh apa-apa dari kita,” pesan beliau tentang makna hubungan vertikal (ke atas) dan horisontal (sesama) untuk setiap muslim. Intinya, Islam mengutamakan rasa kasih sayang kepada sesama, bukan kekerasan dan paksaan yang selama ini merajalela di sekitar kita. Terima kasih banyak Bapak Quraish atas siraman rohaninya! Dan salam untuk kedua istrinya yang selalu damai hidup berdampingan secara harmonis! Nah lo…siapa ya jati diri istri-istri beliau? Eit…jangan syak wasangka dulu ya. Nih dengerin apa kata beliau. “Saya emang punya dua istri, yang pertama buku-buku kesayangan saya dan yang ke dua ya ini istri yang setia menemani saya ke manapun saya pergi, ujarnya sambil mengajak mesra sang istri untuk berfoto bersama” Aduh…kirain!!!
Melbourne , Dec 2006
3 Responses to “The Real “Sentuhan Kalbu””
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
moga2 pak Quraish tidak berubah untuk ada niat poligami hehehhe
untuk ilmu ttg islam lebih banyak ilmunya dibanding ulama lain, dan pembahasannya sangat mendalam dan logis, dasar2 hukumnya jelas..sayang pas sahur ramadhan, org lebih banyak tertarik sama acara humor sahur yang ga jelas dibanding dengar kajiannya pak quraish
Amien…kita doakan aja ya BC he he he! Bener deh, ceramahnya berbobot banget, sesuai lah kalo dilihat dari profil dan CV-nya dia…berderet-2 (yg bagus-2 loh), hubungannya sama umat (muslim/nonmuslim juga bagus. Dan seperti ilmu padi, makin berisi beliau makin menunduk!
Satu2nya ustadz yang saya percaya. Sudah punya buku tafsirnya? Indah sekali.