Ugh…Agh…Again About Hot Topic Polygamy
December 5, 2006 by indo-javanesegirl
Kisah seorang dai populer yang dikabarkan menikah lagi telah tersebar secara mengglobal. Thanks for the advanced technology! Berkat internet, apapun yang sedang terjadi di belahan negara lain segera terdengar dan tercium ‘baunya’ di negara lain dalam waktu yang cepat pula.
Malah kisah tentang seorang anggota DPR kita yang lagi-2 bikin malu dengan skandal seksnya udah mencuat di beberapa
surat kabar OZ –di antaranya The Age. Busyet deh! Terkenal karena S (K) A N D A L! Masih punya malu ga sih? Dan konon, ironisnya lagi kisah skandal dan kekuasaan ini sebenernya bukan barang baru lagi alias seperti gunung es, kasusnya hanya tampak ‘kecil’ di permukaan PADAHAL…buanyakkk banget yang engga kelihatan!
Nah, untuk bahan bacaan dan perenungan kita semua, ini saya postingkan opini seorang teman di sebuah mailing list yang saya ikuti di
Melbourne sini tentang skandal yang memalukan itu dan soal poligami. Menurut saya, opininya cukup ‘balance’ dalam kerangka berpikir yang penuh logika (bukan emosi semata). Mudah-mudahan berguna untuk semua.
BUT…untuk yang berencana atau mau married ini juga bahan pelajaran penting loh…hati-hati dalam memilih…jangan salah pilih kucing (eh cowok) dalam karung ya! Karena nyatanya, banyak juga cerita –lagi-lagi ini kenyataan dari beberapa teman saya yang pernah megalami cerita serupa–bahwa mereka ada yang pernah menjadi orang ‘ketiga’ dalam sebuah perkawinan karena mengaku menjadi ‘korban’ dari kelihaian si laki-laki. Saya jadi ingat tulisan seorang filsuf dan penulis Perancis Jean Focault yang menuliskan paparannya yang menarik tentang SEKS DAN KEKUASAAN.
Ternyata analisa beliau benar adanya, banyak kalangan pria (umumnya) yang memanfaatkan status, uang dan kekuasaan untuk mendapatkan yang satu itu dan sebaliknya seks juga digunakan sebagai sarana untuk ‘melancarkan’ segala urusan dari tingkat proletar (rakyat) sampai tingkat elegan (kalangan elit). Wah kalo sudah bicara soal yang satu ini, memang agak-2 peka, sensitif dan pasti bakal memicu pro kontra. Maka, kendalikanlah alat kelaminmu! HA HA HA…
POLIGAMI: Perdebatan ini memang makin menarik, apalagi hari ini SBY udah minta Ibu Meutia Hatta agar UU Perkawinan tahun 1974 segera di perkaya nuansanya, biar pejabat negara, PNS tidak begitu saja berpoligami. Wah, saya udah kebayang tuh.. reaksi yang akan muncul seperti apa. Kayaknya pantes nih.. kalo kita bikin seminar. Undang pakar fiqh, pakar syariah, psikolog, sosiolog sampe politikus. Polygamy is such a hot topic. Bukan lagi hanya bisa didebatkan secara teologis tapi menyangkut banyak aspek.
Seberapa pun hot-nya, perdebatan yang muncul baik di mailing list ini atau perang pendapat di
surat
kabar itu bagus buat pendidikan umat. Biar rakyat semakin punya banyak pilihan. Sekarang ini
kan
pilihan seolah-olah cuma dua: pilih AA’s Style or YZ’s style; as if there is not other way…. lucu
kan
? Yang lebih parah naga-2nya udah mulai dikembangin perdebatan ke arah "either with us or them"… niru Om Bush gitu…Oh sungguh kacian…
Yang "nolak" untuk dipoligami atau yang tidak mendukung poligami [karena laki2 juga banyak lho yang engga yakin poligami “is the only way out” untuk membantu menyelesaikan masalah sosial yg sering dijadiin alasan pelaku poligami ini] sekarang dicap macem-2. Udah kayak tukang sablon –nge-cap
sana
nge-cap sini –mulai dari yang bilang harus mempertanyakan kembali ke-Islaman sampe yang bilang kalo itu pengaruh BARAT he he he.. Ini mah lagu lama yang udah sering kita denger…
Tapi, sah-sah aja sih…
Entah ya, saya lebih yakin bahwa orang-orang yang ‘belajar’ tafsir and study ‘for’ –bukan ‘on’ Islam (Because I reckon there is methodological differences between the two) pendapatnya sangat layak untuk didengar dan dipahami… karena memang mempelajari betul bagaimana memahami Al-Qur’an dan Hadist, karena memang juga belajar betul tentang metodologi memahami itu semua. Mulai dari sebab-sebab turunnya ayat sampai hadist-hadist yang menyertai-nya.
Saya jadi teringat pengalaman masa kecil dulu, suatu hari ketika saya masih SD di bilangan Kebayoran Lama Jakarta, ibu saya datang ke sekolah dengan mata lebam layaknya seperti orang habis nangis dan sekujur tubuhnya dibasahi peluh. Ibu bercerita kalau dia baru saja selesai ikut pergi ke makam Buya Hamka di Tanah Kusir. Tapi, karena begitu banyak yang ingin mengantar Buya untuk terakhir kali, maka Ibu harus berjalan kaki mulai dari Pasar Jumat. Maka dari itu ia berpeluh. Dan sepanjang jalan itu pula, ibu menangis karena tak bisa lagi mendengar Buya Hamka berdakwah di Mesjid Al-Azhar. Saya waktu itu belum tahu siapa Buya Hamka.
Saat saya kuliah saya mulai membaca buku-buku Buya Hamka. Saya teringat satu hal terkait dengan cerita hari ini. Sejak muda, Buya Hamka, ulama besar yang mungkin sampai hari ini belum ada yg menandingi, terus memperjuangkan agar di ranah minang ulama, datuk dan tokoh adat berhenti melakukan poligami.
Ulama seperti Buya Hamka tidak pantas rasanya kita minta untuk mempertimbangkan lagi ke-Islamannya karena dia menentang praktek poligami. Apalagi menggiring Buya Hamka ke dalam kotak "ilmuwan yang keblinger terhadap ajaran Barat!"
Akhirnya; ulasan Buya Syafii Maarif tentang buku terbaru Abou Fadl layak untuk dibaca! Agar kita bisa ikut terus memberi pengertian kepada mereka yang kurang punya kesempatan belajar bisa memahami bahwa pilihan hidup untuk mendapatkan Ridha Allah dan menjadi Muslim sejati tidaklah sesedarhana memilih either "AA’s style" or "YZ’s style"
Melbourne
, Early Dec 06
5 Responses to “Ugh…Agh…Again About Hot Topic Polygamy”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
wah wah sampe ke sana juga ya..di sini hampir tiap malam dibahas..tuh cewek si penyanyi dangdut bener2 ga maluuuu..
jadi ketahuan mutu kader golkar, penyanyi dangdut yg ga jelas karirnya di bidang seni apalagi pendidikannya bisa jadi kader golkar, malah dicalonin jadi anggota DPR untuk wilayah dia (JAwa timur) amiiiitttttt
nah kalo indonesia tambah rusak dan ga jelas mau ke mana arahnya, udah jelas kan knapa ?? pemimpinnya ngaco smua, muna semua..
berk..
poligami menunjukkan segi egoisme cowok..jangan sama2 in dgn rasul Muhammad SAW deh, kalo mau jalanin al qur’an ada kan bagian yg lain, ga usah bagian itu..
make alasan / acuan nabi muhammad. Nabi muhammad kan beda kasusnya, dia ngga memadu istri pertama, dan ga nikah sama yg berjidat bening / masalah physic semata..
kalau perempuan mesti menahan , kenapa cowok ga bisa?? dunia ini ga adil hiks hiks
Seru yah, kisah seru di Indonesia nyampe Australia juga. Thanks for the technology….
Buat gw, soal YZ bukan lagi hal yg lazim di gedung bundar dan gedung sejenis di daerah lainnya. Hanya saja, kebetulan YZ ketiban sial… sial dapat cewek kayak begitu, sial ga jaga aset berharganya (foto porno). but, itu bisa membuka mata masyarakat bahwa di gedung bundar bukanlah tempat yang bersih baik dari praktek korupsi, politik, maupun pelacuran. so, ujugn2nya masyarakat harus benar2 sadar saat memilih wakilnya untuk duduk di kursi panas….
soal Aa, benar juga bahwa selama ini banyak orang yg berharap mendapatkan tipe Aa untuk jadi suami anak perempuannya. padahal, dia hanya manusia biasa yang masih senang dosa. Poligami dalam hukum islam hukumannya dilarang dan ternyata masih banyak yang belum tau termasuk para pria yang mencari pembenaran untuk mendapatkan kesenangan…
kesimpulannya, berdoalah sebelum memutuskan untuk menikah karena hanya Tuhan yang tahu masa depan kita…
Yah begitulah Wiek n BC meski semua pilihan itu ada risikonya, tapi kan lebih baik dipertimbangkan masak-2. Byk yg berargumen (yg kontra dgn AA’s style terutama): Zaman Nabi dan skrg jelas beda, ga ada perang, kel juga udah ‘cukup’ ideal walo mungkin kita engga tahu apakah ada masalah pribadi di antara mrk, tetapi ketika umat (masy) melihat pilihan istri yg ke-2 itu lebih ‘kinclong’ tentu aja org jadi berpikiran negatif.
Yang jelas di OZ sini ikutan rame, apalagi ibu-2 yg udah telanjur jatoh hati ama AA dan ternyata dikecewakan, oh…betapa sakitnya…
Soal kasus anggota DPR dan pedangdut itu lebih ‘gila’ dan heboh lagi komentar-2 nya. Wah…kok bisa barengan gitu ya kasusnya mencuat? Inikah tanda-2 sesuatu? Peringatan dari atas utk kita semua??? Walahualam!
Hi Mba Nun Aku ikutan nimbrung ya,
Klo dari dulu sih terus terang aja, Aku bukan penggemar beratnya Gymnastiar ini..karena menurutku bagaimanapun dia hanya manusia biasa yang punya ilmu lebih untuk menyampaikan syiar agama. Mungkin kita juga harus aware ya dalam mengidolakan tokoh jangan sampai ada pengkultusan pribadi dan terlalu memuja sehingga bisa2 kita kecuci otaknya. Apa yang disampaikan Gymnastiar ini ambil aja yang baiknya kalau menurut prinsip kita ga sesuai ya, just put it away
without principles, there is no way to argue because the basis of rational thought itself is gone sometimes….Jaman Rasulullah dulu sih jelas2 motifnya..
yang agak disesalkan buatku adalah kenapa Gym tidak lebih mempropagandakan SAKINAH MONOGAMI`S FAMILY karena tipe yang begini lebih match ama kondisi Indonesia saat ini dan halal dalam islam kan? kenapa justru cari yang complecated…Hmmm
just be realistic ya,klau saudara2 kita dari level bawah punya impian sama seperti Gymnastiar ini, punya istri lebih dari satu dengan dalih mencegah zinah atau manifestasi seksual lainnya? Disisi lain keadaan ekonomi menghimpit…walah2 ga habis fikir aku..
Hi Win, thanks ya udah mampir! Mana nih oleh-2nya dari Indo? Btw, ternyata suami kita sama-2 gamemania ya? Soal kultus individu itu emang susah ya, apalagi kalo udah telanjur suka (ibuku salah satu korban di antara yang lainnya he he he). Mudah-2 an ini jadi hikmah buat semua! Jangan sampe malah jadi persoalan baru yg bikin runyam!