Kembang Api Taon Baru
December 31, 2008 by indo-javanesegirl
Tadi malam untuk ketiga kalinya saya melihat kembang api taon baru di Melben sini. Emang sih ga setiap tahun menjadi saksi pergantian tahunterutama saat hamil dan melahirkan (absen 2 tahun) plus saat si thole masih bayi. Jadi selama 6 thn tinggal di sini, baru 3 kali ngeliat yang namanya perayaan tahun baru plus bonus berdesak-2an dengan orang-2 yg rela-2in bejubel untuk menjadi saksi pergantian tahun/pergantian hari itu.
Malam itu emang special banget ya sampe anak-2 muda sini bela-2in dandan abis-2 an kayak mo ke party - high heels-make up-accessories- keren booo dari atas ampe bawah. Sementara yang cowok ga kalah chick dengan gaya terkini-nya. Saya sih ngebayangin dulu juga gitu kali ya (walo ga dandan abis)…semangat banget tiap ikutan teenager group yang keliling merayakan taon baru.
Sebetulnyasaya agak males keluar malem itu, alasannya practical banget…..ga tega membawa thole ikut berdesak-2an di tengah lautan manusia (yg ga tentu rimbanya). Semua campur, tua muda, laki perempuan dari berbagai ras, dan terutama sedikit aware soal kebiasaan anak muda sini –ga dijamin walo polisi tegas-2 bilang alcohol free dan ada penalty kalo ngelanggar–…yang namanya anak muda tumplek blek sebanyak itu mana bisa dijamin ga mabok….padahal sebagian kecil soale kalo udah on rada nakutin tingkahnya….kalo sendiri kan bisa ngacir menghindar nah kalo bawa baby mana bapaknya ga ada lagi rada tatuttt n jiper juga.
Akhirnya dengan tekad bulat –segalanya akan ok –saya dan adik serta si kecil siap-2 dari rumah sejak pukul 8 setelah makan malam. Seperti mematuhi kata local govt sini, ga perlu bawa mobil sendiri karena khusus malam itu (seperti malam tahun baru sebelumnya) pemerintah nyediain train dan tram gratis….asyikkk….maka saya parkir mobil di stasiun KA deket rumah. So, misi ke CBD ini 80 persen demi si adik yang meminta, ayo dunk kita ke city, kan ga tiap tahun (apalagi tahun baru) saya ke sini…saya pengen tahu moment-nya dan tentunya mengabadikan gambarnya (foto-2) arrrrrggggg…..
Ya sutralah, dengan niat baik plus doa…kami bertiga berangkat naik kereta jam 9. Kereta berhenti di setiap stasiun mengmbil orang-2 yg mau lihat kembang api di city yang tahun ini konon dipusatkan di 6 titik keramaian di CBD. Selama di perjalanan saya memperhatikan anak-2muda (teenager) memakai baju serba putih (baik cowok dan ceweknya). Entah apa maksudnya, tapi sepertinya emang ada event khusus yang mengikutsertakan mereka di malam pergantian tahun itu. Kereta riuh ramai oleh celoteh dan canda para ABG itu…itung-2 obat anti ngantuk deh hi hi
Sampai di city 30 menit kemudian, saya dan adik berusaha keluar dari stasiun yang penuh sesak. Wow…udah kecut duluan nih….namanya ibu-2…..naluri aslinya langsung keluar deh berusaha melindungi anak semata wayangnya yangterlihat tanpa kuasa itu (duduk manis di pramnya). Apalagi orang berdesak-2an…Ah sampai saya pun jadi mudah kesal dan menggerutu sama adik yang punya ide gila itu. Saya takut juga sih ketauan suami bawa si kecil keluar tanpa dia. Dan memang ketauan juga akhirnya, waktu suami nelpon ke rumah mesin penjawab yg angkatJ Sorry hubby….dan dia pun mengerti dengan pesan sponsor untuk hati-2 dengan si kecil! Ah…leganya…
Menunggu waktu sampe pukul 12.00 saya memilih menepi ke taman dan selanjutnya masuk ke National Gallery of Victoria (NGV) yang malam itu menggelar gratis beberapa pameran seni. Yah itung-2 menghindar sementara dari keramaian orang dan coba menidurkan si kecil. Di tempat itu pula sempat bertemu dan ngobrol dengan beberapa student Indonesia dan keluarganya.
Akhirnya waktu pergantian hari segera tiba, 1 jam sebelumnya saya dan adik menuju Federation Square (alun-2 FS) tepat di depan stasiun Flinders Street. Khabarnya orang sudah tumpah ruah dari jam 9 menyaksikan live music dan performance lainnya. Di beberapa pojokan FS yang kini dihiasi café-2 bergaya mutakhir dipasang monitor super besar, saya pun bisa lihat para entertainer yang lagi beraksi di panggung dari kejauhan. Dan hitungan mundur pun dimulai….30…29…28….27….dstnya sampe 5,4,3,2,1 ……
Dorrrrrrrrrrrr kembang api yang menari-2 dengan warna warna warni pun meluncur ke langit Melben yang malam itu cukup cerah. Udara pun lumayan sejuk (ga seperti malam-2 taon baru sebelumnya yang bisa ampe 40 C kayak di gurun). Cuaca memang mendukung orang untuk keluar malam karena lumayan nyaman di summer yang cenderung wet/basah kali ini.
Aneh….saya agak melankoli malam itu (melihat kembang api menari-2 dengan gagahnya di angkasa) tiba-2 ingin menangis….gembira….sedih….bahagia….merasa rapuh/fragile (jadi inget lagunya Sting) segalanya menjadi satu. Megahnya city malam itu karena percikan kembang api membuat nurani saya bergejolak , betapa kecilnya saya di antara semua fenomena itu…tiba-2 teringat hubby yang untuk kali pertama ga ada di sisi saya…juga teringat dengan Sang Pencipta yang membuat semua ini ada….bumi yang makin tua (atau muda?), manusia yang datang silih berganti, segala keriuhan malam tahun barudan berbagai peristiwa lainnya bermain-2 di benak saya…Ah…yang pasti tetap optimistis menjalani 365 hari lagi kesempatan yang diberikan oleh-Nya untuk menjadi saksi segalanya di bumi yg fana ini….Ya Allah sudah pantasnya kupanjatkan syukur kepadamu atas nikmat semuanya ini…
Melben, 1 Januari 09 HAPPY NEW YEAR/Bonne Anne Friends!!!
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.