Back to School
March 6, 2009 by indo-javanesegirl
Yang namanya menjadi ibu rumah tangga/ ibu RT emang banyak yang harus dipertimbangkan ya. Sangat berbeda jauh dengan dulu ketika masih single/belum ada krucils di rumah kita. Selain status yg berubah juga sikon yg berbeda engga seperti dulu lagi, mudah ambil keputusan seenaknya karena belum ada orang-2 lain yg ‘tergantung’ dengan kita spt suami dan anak kesayangan! Yah semua ada enak ga enaknya, so nikmatin ajah deh…
Nah seperti kata pepatah semua itu udah ada yang mengatur, maka saat ini waktunya buat Ibunya Mas Bagus (IMB) kembali ke sekolah AKA back 2 school. Ya, dasar emak-2 doyan sekolah, dari dulu juga gitu paling semangat kalau disuruh sekolah ama kantor!
Ya Allah engkau memang maha besar dan mendengar setiap doa umatnya. Udah sejak pindah ke OZ, IMB pengen banget ngelanjutin cita-2 lamanya yg dulu pernah digeluti jaman kuliah, JADI GURU. Kalo masih di Indo mungkin gampang aja ya karena sistem pendidikan yang sama, pengalaman kerja dan network yang lumayan banyak, tapi ini OZ gitu loh. Semuanya beda, selain sistem dan pola pendidikannya juga bahasa dan kulturnya, inget kan, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya!
Nah karena itu untuk migrant yg bukan dari negara commonwealth (jajahan Inggris) harus sekolah lagi untuk dapet kualifikasi OZ. Terus terang, biarpun sistem beda, mereka sangat welcome dan membantu. Dulu 6 thn lalu ketika baru mendarat di OZ utk jadi Mrs Berger, selain masih aktif nulis utk majalah di Indo dan sini, IMB udah ikutan aktif BELAJAR LAGI di lembaga pemerintah yang berfungsi sbg bridging/jembatan untuk new migrant beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru yang bernuansa Anglosaxon (British).
Lembaga bernama AMES ini (Australia Multiculture Education System) intinya membantu migrant untuk siap dengan lingkungan baru dengan program-2 bahasa dan budaya nya. Maka seperti kursus lainnya, ada tes penempatan (placement test) dan interview. Untunglah, saat itu IMB bisa langsung ke level advance (4/terakhir) sehingga bisa nerusin ke IELTS preparation/seperti TOEFL untuk sekolah ke US dan migrant job skill workshop.
Just 4 information, tiap migrant yang megang spouse/PR visa dapet 530 jam gratis belajar di lembaga itu. Diperkirakan, migrant yang belajar bahasa Inggris dari level dasar (1) bisa ngabisin jamnya sampe level 3 (intermediate)…setiap level pun ada bagian lagi, seperti basic-basic, basic advance…dsb-nya yang tiap level berlangsung 6 bulan….lalu ada tes…kalo lulus ya naik ke level berikutnya. Nah kalo jam gratisnya-nya udah kepake semua, padahal masih mau kursus yah migrant cuman diminta bayar sedikit (biasanya sih 50 $) sekadar untuk admin dan jaminan untuk serius kursus (jaminan tempat).
Ok, kembali ke IMB ya. Setelah ikut kursus IELTS maka ngelanjutin kursus migrant job skill workshop selama 3 bulan (tujuannya untuk mempersiapkan ke lapangan kerja sesungguhnya sesuai minat). Wakyu itu IMB bilang ke guru-2nya, pengen banget jadi guru (SD) di OZ, karena emang merasa punya background dan minat ke situ. Waktu ditanya mereka, kenapa ga ngelanjutin jadi jurnalis, wah terpaksa jujur deh jawabnya. Sorry, i don’t have enough times for that anymore:) It’s hard to be a journalist meanwhile I want a balance life in my new life. It’s nonsense…Dan mereka cuman tersenyum memaklumi…
Yah begitulah, rencana boleh rencana, karena sebelum ngelajutin impian ke UNI/TAFE untuk sekolah guru/diploma education…ternyata kami sepakat ikut program kehamilan (biar bisa hamil) karena inget usia yg udah mateng hi hi hi…EH kok ya ndilalah (kebetulan) beberapa bulan ikutan program biar hamil Alhamdulillah langsung dikabulkan. Jadi mundur dulu deh cita-2 sekolahnya.
Sekarang si thole udah masuk masa thodler (anak balita) yang mulai independen dan bisa ditinggal di child care (walau masih ga tega juga sebetulnya). Tapi paling engga udah ada lampu hijau juga dari hubby, thole toh udah 2 thn dan bisa diajak komunikasi. Walau berat juga sih, bayangin aja orang selama 2 thn ini kita selalu berduaan terus, nempel kayak perangko.
Tapi, kesempatan kali ini begitu menggiurkan IMB. Ada grant/beasiswa dari local govt untuk sekolah children service selama 6 bulan, kemudian lanjut ke diploma. Semuanya gratis termasuk child care-nya! Rejeki memang sudah diatur, application IMB di-approve! Ya ini mungkin saatnya IBM back to school. So far so good…mesti selama sebulan ini tiap ditaro di child care thole masih nangis, tapi kata childgiver nya 2 minggu terakhir ini dia udah mulai rileks dan menikmati permainan bareng temen-2 senasibnya!
Dan tanpa disangka, kejutan lain datang untuk IMB. Ya Allah engkau memang maha memberi! Govt kembali memberi kesempatan IMB untuk melanjutkan sekolah (diploma) di TAFE/UNI manapun berikut grant/beasiswanya yang diberikan lewat AMES! Oh, rupanya mereka masih menyimpan file-2 lamaku jaman kursus dulu berikut dokumen tentang goal dan target yang ingin aku capai! Thank God…AMES!
Sekarang, tiap Kamis, IMB duduk manis di kelas mendengarkan kuliah. Sementara Senin dan Rabu mulai magang menjadi guru untuk para cindils. So, jatah menengok multiply jadi berkurang deh, selain PR nya bejibun, juga udah keteter ngerjain tugas ibu RT (siapa yg nanya juga hi hi hi). Tapi kangen juga euy ber-MP ria dan berkelana dari ruang yg 1 ke ruang yg lain sambil menulis komeng. Thanks to fesbuk, paling engga masih bisa kontakan dengan temen-2 yg lain tanpa perlu berlama-2 di depan layar kompi.
Ya sutra….segitu dulu kabar dari IMB yang sekarang agak jarang OL di MP!
Salam kangen ya buat semua…
Melbourne, March 09
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.